» » » » » Garda RI Akan Perjuangkan Nasib Mantan TKI Korban Pelecehan Di Jeddah

PURWAKARTA - Kisah memilukan kembali terjadi kepada pahlawan devisa kita Lina Nurhayati (30), wajah wanita asal Desa Bunder Purwakarta ini sempat menghiasi beberapa media massa baik cetak maupun elektronik nasional. 

Hal itu memicu rasa penasaran Ketua Umum Garda RI Denis FW, SH untuk mengetahui sampai sejauh mana penanganan yang telah di berikan pemerintah baik Pusat maupun Pemerintah Daerah Purwakarta, dengan ditemani beberapa rekan jurnalis dari media Online News investigasi 86, Target news dan Garionline menyambangi tempat kediaman Lina, Rabu (22/11/2017).

Sungguh mengharukan, dirumah kontrakan tiga petak yang terletak di Gang Amanda, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta, Lina tinggal seorang diri tanpa ada sanak saudara yang menemaninya. Semua kebutuhan Lina usahakan sendiri dan sebagian dari bantuan tetangga. 

"Saya sudah tujuh (7) tahun mengalami kelumpuhan, semenjak kejadian jatuh dari lantai dua (2) rumah majikan di Jeddah, Timur Tengah, saya jatuh ketika hendak diperlakukan tak senonoh oleh majikan pria saya kang," ucap Lina dengan mata berkaca kaca. 

Lina menuturkan, saat kejadian dirinya disuruh majikannya untuk mengambil dokumen di lantai dua rumah majikan, namun ketika sedang mengambil dokumen tiba - tiba Ia dipeluk dari belakang oleh majikannya. "Saya secara refleks berontak dan saya mundur untuk menghindar, namun naas saya terpeleset hingga jatuh ke lantai dasar hingga tak sadarkan diri entah berapa lama. Kata suster yang merawat, saya koma selama lima bulan, saya sadar sudah ada dirumah sakit dan ketika operasi pun saya tidak mengetahuinya tahu - tahu saya sudah tak bisa berdiri. kata dokter tulang ekor saya hancur," tutur Lina. 

Semenjak itu lanjutnya, "setelah saya di pulangkan ke Indonesia hingga sekarang tidak ada satupun pihak PT Arya Duta Bersama yang memberangkatkan saya menjenguk ataupun memberikan hak saya selama dua tahun bekerja di sana, saya sedih dan hampir putus asa," sambungnya. 

Dikesempatan yang sama, Ketua Umum Garda RI Denis FW, SH sangat menyayangkan atas ketidak pedulian semua pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas kasus ini, terutama kepada PT Arya Duta Bersama yang beralamat di Jalan Cipinang Besar Selatan Nomor 7, Jakarta Timur.

"Sangat di sayangkan, pihak perusahaan yang telah memberangkatkan korban tidak ada tanggung jawabnya untuk membantu pengobatan korban hingga sembuh. Seharusnya untuk kasus ini bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan semua pihak terlibat,  termasuk Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purwakarta yang dalam hal ini sebagai monitoring perusahaan perekrutan tenaga kerja untuk keluar negeri," tegas Denis.

Menurutnya, bentuk tanggung jawab itu bukan hanya dari sisi materi, tetapi untuk membantu korban agar sembuh dari penyakitnya di samping membantu agar korban sembuh dari beban psikologis pasca kejadian. 

"Jadi Insha Allah, Garda RI akan memperjuangkan hak korban sebagai warga negara Indonesia yang dilindungi oleh Undang-Undang," pungkas Denis

About 87 Online News

Terima Kasih Telah Mengunjungi 87 Online News. Untuk Informasi, Publikasi Dan Pemasangan Iklan Silahkan Hubungi 87onlinenews@gmail.com atau Hotline Service Kami di 081280533349
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply