Tak Ada Tenaga Ahli, 4 RS Di Bogor Tak Mampu Tangani Pasien Asal Cileungsi -->

Adsense




Tak Ada Tenaga Ahli, 4 RS Di Bogor Tak Mampu Tangani Pasien Asal Cileungsi

87 Online News
Selasa, 10 Oktober 2017

BOGOR - Dengan alasan tak memiliki tenaga ahli dan minimnya peralatan untuk penanganan pemyakit jantung maupun Pembuluh Darah di RS Mery Cileungsi, pasien bernama Odeh binti Enin (54) warga RT01/RW05 Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, ini terlunta-lunta keluar dari Rumah Sakit Mery tanpa rujukan ke rumah sakit lainnya, Senin (9/10/2017).

Informasi dari keluarga pasien, bahwa kronologi penyakit pasien bagian kaki seperti lumpuh karna pembuluh darah tak mengalir ke bagian tubuh bagian bawah.

Pasien tersebut akhirnya dibawa keluarganya ke RS. Thamrin Cileungsi untuk mendapatkan penanganan pertama, dan kemudian oleh RS Thamrin dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapat penanganan pasien lebih lanjut pada Selasa (10/10/2017) pagi.

"Sudah tiga bulan lebih pasien mengalami kelumpuhan dibagian kaki, kemarin pada senin pihak keluarga membawanya ke RS Mery dari jam 3 sore sampai jam 5 sore saja. Pasien berada diruang UGD RS Mery hanya dua jam saja berada disana kemudian pulang kembali tanpa rujukan ke rumah sakit lainnya," terang Bombom (35), keluarga pasien.

Selain itu, sebelum ibu Odeh dibawa ke rumah sakit Mery sempat dibawa ke RS Centra Medika dan rumah sakit yang berada di Cikaret Cibinong, namun katanya kedua rumah sakit di Cibinong tersebut tak bisa menangani pasien dikarenakan terkendala tenaga ahli dan peralatannya.

"Kini, ibu Odeh binti Enin sudah dibawa ke RS. Polri Kramat Jati di Jakarta dengan menggunakan mobil siaga milik Desa Dayeuh," ujarnya.

Dengan kindisi tersebut, masyarakat menilai dalam bidang pelayanan kesehatan rumah sakit yang berada di wilayah Kabupaten Bogor, belum sepenuhnya bisa menangani masyarakat diberbagai macam penyakit - penyakit kronis lainnya. 

"Dalam hal ini, melalui Dinas Kesehatan setempat keberadaan rumah sakit, khususnya diwilayah Cileungsi agar memiliki tenaga ahli maupun peralatan medis yang memadai," tukasnya. (Yudhi)