Breaking News

Mendagri Berikan Kuliah Umum Di UNHAN

BOGOR - Universitas Pertahanan (UNHAN) menggelar Kuliah Umum dari Menteri Dalam Negeri H. Tjahjo Kumolo, SH. Dengan mengusung tema "Kesadaran Bela Negara Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa", yang diikuti seluruh Mahasiswa Unhan, berlangsung di Gedung Auditorium Unhan, Kampus Universitas Pertahanan (Unhan) Kawasan IPSC Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (26/10/17).

Rektor Unhan Letjen TNI Dr. I Wayan Midhio, M.Phil. dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri H. Tjahjo Kumolo, SH. yang telah telah meluangkan waktu dan tenaga  untuk  dapat memberikan kuliah umum di Indonesia kepada Mahasiswa Unhan.

Rektor Unhan menambahkan, Unhan saat ini telah menginjak 8 tahun dan telah memiliki 4 fakultas yaitu Fakultas Strategi Pertahanan, Fakultas Manajemen Pertahanan, Fakultas Keamanan Nasional dan Fakultas Teknologi Pertahanan.

Rektor Unhan menegaskan Unhan didirikan dalam konteks membagi ilmu pertahanan Negara kepada seluruh warga Negara kita, khususnya yang memenuhi persyaratan menjadi mahasiswa Unhan, jadi misinya untuk membagi ilmu pertahanan, Bela Negara di bagikan kepada seluruh masyarakat kita.

Menteri Dalam Negeri H. Tjahjo Kumolo SH Mengatakan, bela negara merupakan tekad, sikap, dan perilaku warga negara yang dilakukan secara teratur, menyeluruh, dan terpadu. Selain itu juga dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Fungsi Bela Negara itu adalah Mempertahankan Negara dari berbagai ancaman, Menjaga keutuhan wilayah Negara, Merupakan kewajiban setiap warga Negara, Merupakan panggilan sejarah.

Tjahjo menegaskan, bela negara penting untuk digerakkan kembali. "‎Bela negara digerakkan kembali. Organisir masyarakat untuk bela negara di mana pun berada. Bukan pegang senjata, tetapi membangun wawasan kebangsaan," ujarnya.

Dia mengungkapkan, terdapat beberapa tujuan bela negara. Pertama, mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Kedua, melestarikan budaya. Ketiga, menjalankan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Keempat, berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. Kelima, menjaga identitas dan integrasi bangsa/negara.

Tjahjo menyatakan, tantangan bangsa ke depan akan semakin kompleks. Karenanya, Unhan diharapkan menjadi perguruan tinggi yang strategis. Mampu memberikan pola pikir kepada mahasiswanya dalam menghadapi berbagai tantangan. 

"Mempertahankan ideologi pancasila ini. Sehingga fungsi bela negara bisa diimplementasikan dalam kehidupan nyata,"ucapnya.

Dia menuturkan, sila-sila Pancasila sepatutnya dimplementasikan dalam kurikulum, termasuk setiap kebijakan pembangunan pemerintah pusat dan daerah.

Upaya pemantapan program bela negara, masih kata Tjahjo, dilaksanakan melalui kerjasama forum pendidikan kebangsaan. Kerjasama dengan lembaga pendidikan kedinasan dan perguruan tinggi.

"Pengembangan informasi dan teknologi dengan melibatkan pemuda. Penanganan konflik sosial dalam rangka bela negara," tegasnya.

Kuliah umum dihadiri mahasiswa Unhan dan pejabat Eselon I, II dan III serta seluruh dosen dilingkungan Unhan, dan diakhiri dengan pemberian cindera mata oleh Rektor Unhan kepada Mendagri. (LC)