Kelola Dana Desa Terbaik, Desa Batu Gajah Dikunjungi Kemenkeu RI -->

Adsense




Kelola Dana Desa Terbaik, Desa Batu Gajah Dikunjungi Kemenkeu RI

87 Online News
Rabu, 11 Oktober 2017

NATUNA – Dalam rangka monitoring atau pengawasan terhadap pengucuran anggaran dari Pusat ke Desa diseluruh Indonesia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), melalui Dirjen Perbendaharaan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Senin (09/10/2017).

Dalam hal ini, Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, terpilih sebagai Desa dengan pengelolaan anggaran yang dinilai cukup baik dan sesuai sasaran yang ada di Natuna. Oleh sebab itu, Desa Batu Gajah dipilih sebagai perwakilan Desa lainnya di Natuna, untuk menerima kunjungan tamu agung tersebut.

Bupati Natuna, melalui Sekertaris daerah Kabupatem Natuna, Wan Siswandi, mengucapkan terimakasih atas kunjungan Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu RI ke Natuna. Ia juga mengaku bangga dengan Prestasi Desa Batu Gajah, yang mampu mengelola anggaran dengan baik, sehingga dapat sepenuhnya dipergunakan bagi kesejahteraan masyarakatnya. Semoga hal ini bisa menjadi contoh untuk desa-desa lain.

"Kami berharap dana pembangunan untuk Desa ini dapat dipertahankan, dan syukur-syukur ada penambahan dari Pemerintah Pusat," ungkap Wan Siswandi.

Sementara itu, Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu RI, Marwanto Harjowiryono menegaskan, setiap Desa diseluruh Indonesia harus mampu mengelola anggaran dengan baik, sesuai amanah yang telah diberikan oleh Kemenkeu RI. Yaitu harus dipergunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat.

"Ini adalah contoh yang sangat baik. Di Natuna, khususnya Desa Batu Gajah, kami lihat dari administrasinya dan peruntukannya sangat baik, yaitu menyentuh langsung ke masyarakat. Rencana kerjanya pun terlaksana dengan baik," ungkap Marwanto kepada media.

Marwanto menjelaskan, diseluruh Indonesia terdapat sekitar 75 ribu Desa, namun dari jumlah tersebut, tidak semua Desa mempergunakan anggaran tersebut sesuai peruntukannya.

"Ini merupakan tahun kedua dana desa. Dana desa ini merupakan pendorong untuk mensejahterakan masyarakat ditingkat Desa. Namun banyak juga yang diselewengkan, akibatnya Kadesnya berurusan dengan pihak berwajib. Tapi Batu Gajah bagus, pemanfaatannya jelas. Mudah-mudahan 2018 tambah lagi pemanfaatannya," papar Marwanto.

Sementara itu Kades Batu Gajah, Bakhtiar, mengaku tahun 2017 Desanya menerima sekitar Rp. 2, 1 Milyar, baik dari anggaran dana desa (ADD) maupun dana desa (DD). Ditambah dengan sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) tahun 2016, sehingga total APBDes Batu Gajah sekitar Rp. 2,5 milyar.

"Dari total anggaran tersebut kita peruntukan untuk bangun jalan, tambatan perahu, alat bantu nelayan, bantuan kepada petani, gedung balai pelatihan, rumah ibadah dan lain-lain," ungkap Bakhtiar.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Bunguran Timur, Asmara Juana Suhardi,  Kadis DPMD, Indra Joni, Kadishub, Iskandar Dj, Kadisparbud, Erson Gempa Afriandi, para pimpinan OPD lainnya serta perangkat Desa Batu Gajah. (CR)