Cemari Sungai Cibeet, PT. CMT Cariu Di Demo Warga Dua Desa -->

Adsense




Cemari Sungai Cibeet, PT. CMT Cariu Di Demo Warga Dua Desa

87 Online News
Kamis, 26 Oktober 2017

BOGOR - Ratusan warga dari Desa Cariu dan Desa Kutamekar, Kecamatan Cariu, melakukan aksi unjuk rasa ke PT. Catur Mitra Taruma (CMT) di Jalan Transyogi,  Kampung Tanggulun Desa Cariu, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Kamis (26/10/2017) 

Aksi unjuk rasa dipicu akibat perusahaan bergerak dibidang peternakan sapi tersebut dianggap telah mencemari lingkungan dengan membuang limbah kotoran sapi ke Sungai Cibeet, sehingga sungai yang dimanfaatkan warga sudah tak dapat digunakan lagi. Selain itu, warga juga mempertanyakan CSR selama berdiri perusahaan tersebut, yaitu sejak tahun 2002 silam. 

Kordinator aksi Lukman Nul Hakim menuturkan, meski sudah beberapa kali warga desa Cariu melakukan protes kepada perusahaan tersebut baik melalui Pemerintah Desa maupun Kecamatan dan aparat setempat. Namun tidak pernah menemukan titik terang atas keluhan warga tersebut. Al hasil, kekecewaan warga memuncak dengan melakukan aksi demo. 

"Selain mengotori sungai, akibat limbah kotoran sapi itu menimbulkan bau tak sedap dan sangat mengganggu warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi peternakan," ungkap Lukman yang juga salah seorang aktivis lingkungan hidup, kepada wartawan. 

Bahkan, lanjut Lukman, akibat pencemaran limbah kotoran sapi dari perusahaan itu membuat banyak ikan yang mati di kali Cibeet. "Belum lagi bau tak sedap yang membuat pernafasan warga terganggu, kita jadi tidak nyaman tinggal di kampung sendiri, sudah banyak protes ke Desa, Kecamatan dan Aparat tetap saja gak ada perubahan," ujarnya. 

Beberapa perwakilan diizinkan masuk kedalam perusahaan PT. CMT untuk bertemu dengan pihak managemen guna melakukan mediasi. Tampak Kepala Desa Cariu Ahmad Suryani ikut dalam proses mediasi tersebut.

Kepala Desa Cariu, Ahmad Suryadi menuturkan, dari hasil mediasi warga desa Cariu dan warga Desa Kutamekar dengan pihak perusahaan, pihak PT. CMT telah memenuhi tuntutan warga dengan membuat notulen kesepakatan bersama. Kesepakatan tersebut menghasilkan 4 (empat) tuntutan masyarakat setempat diantaranya, melakukan pengolahan limbah supaya tak terjadi pencemaran lingkungan dan pengadaan CSR perusahaan untuk warga sekitar.

"Ada 4 (empat) tuntutan warga dalam aksi tersebut, salah satunya terkait pencemaran kali dan polusi udara serta mempertegas soal CSR sejak berdirinya perusaahan tahun 2002. Dari semua tuntutan warga tersebut diterima oleh pihak perusahaan dengan membuat notulen bersama," jelasnya.

Aksi tersebut berlangsung kondusif, dan mendapat pengawalan dari jajaran kepolisian Polsek Cariu serta petugas Satpol-PP setempat. (Yudhi)