Sebar Ujaran Kebencian Dan Ancam Wartawan Di Medsos, Oknum Guru SDN Di Cileungsi Dipoliskan -->

Adsense




Sebar Ujaran Kebencian Dan Ancam Wartawan Di Medsos, Oknum Guru SDN Di Cileungsi Dipoliskan

87 Online News
Selasa, 12 September 2017

CILEUNGSI, 87 Online News - Seorang oknum guru SDN Cibeurem, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, dilaporkan oleh forum Bogor Timur Jurnalis ( BTJ) kepihak kepolisian lantaran melakukan Ujaran kebencian terhadap salah satu awak media (pers) melalui akun pribadinya di disalah satu akun media sosial facebook , Senin (11/9/17).

Informasi yang diterima, Oknum guru berinisial AF membuat status dengan kata ujaran kebencian dan ancaman setelah sejumlah awak media melakukan peliputan rapat Guru dengan orang tua murid di SDN Cibeureum terkait dugaan adanya pungli kepada murid dan penggelapan dana tabungan siswa untuk membayar gaji guru honor di sekolah tersebut. Belum 24 jam pasca awak media melakukan liputan, muncul status facebook milik AFA dengan kalimat Mengancam.

Dengan adanya pengancaman yang dilakukan oleh AF, forum BTJ secepatnya melaporkan kepada pihak kepolisian guna mencegah hal yang tak diinginkan dapat terjadi oleh awak media yang meliput di sekolah tersebut serta menjaga keamanan untuk lebih jauh lagi.

"Gelagat tak baik oknum guru bernama AFA ini sudah terlihat sejak awak media meminta konfirmasi kepada seorang guru yang menjadi pembicara didepan orangtua murid. Bahkan saat wartawan hendak pulang, oknum AFA menyuruh penjaga sekolah menutup gerbang sekolah sehingga wartawan dan ortu murid yang ikut rapat tak bisa keluar, sehingga berputar melalui pintu belakang," ungkap Edy salah seorang wartawan dari media TV lokal.

Ditempat terpisah, Ketua Bogor Timur Jurnalis (BTJ), Sudadi mengatakan, dalam bentuk solidaritas se-profesi jurnalis dirinya bersama awak media lain di wilayah Bogor Timur ini berharap aparat penegak hukum untuk secepatnya menindaklanjuti laporannya atas perlakuan oknum guru bernama AFA.

Sementara itu, salah seorang wartawan senior veteran di Poskota Group lama Jakarta, melalui selulernya mengatakan bahwa tindakan intimidasi dan pengancaman dari seorang pendidik sungguh sangat disayangkan. Karena tidak sesuai dengan khitah seorang pendidik.

"Tindakan intimidasi lewat pesan singkat dan melalui akun FB merupakan salah satu tindakan kriminal verbal. Pelaku sudah menghalangi dan menginjak-injak kebebasan pers sesuai pasal 4 ayat 1 UU Pers no.40 Tahun 2009," ujar Didit.

Didit melanjutkan, oknum guru yang melakukan pengancaman melalui medsos sudah bisa dikenakan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transasksi Elektronik telah mengatur mengenai Ancaman yang dilakukan melalui media elektronik.

"Yang bersangkutan mengancam kebebasan pers dan melanggar UU Pers pasal 18 ayat 1 dengan ancaman 2 tahun penjara dan denda 500 juta. Adapun ancaman atau sanksi pidana dari Pasal 27 ayat (4) UU ITE sesuai Pasal 45 ayat (1) UU ITE adalah penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 milyar," pungkasnya. (ZP/Red)