Papan Proyek Tanpa Volume Dan Tanggal Pengerjaan Lagi Ngetren Di Kabupaten Bogor -->

Adsense




Papan Proyek Tanpa Volume Dan Tanggal Pengerjaan Lagi Ngetren Di Kabupaten Bogor

87 Online News
Selasa, 26 September 2017

KABUPATEN BOGOR -  Entah karena unsur keteledoran atau kesengajaan, sejumlah papan proyek pembangunan jalan diwilayah Kabupaten Bogor tanpa mencantumkan volume (panjang, lebar dan ketebalan).

Beberpa papan proyek pembangunan tersebut diketahui diantaranya diwilayah Kecamatan Cibungbulang, Kecamatan Ciampea, Kecamatan Pamijahan, Kecamatan Sukaraja dan sejumlah papan proyek pembangunan lainnya di Kabupaten Bogor. Selain itu, dalam papan proyek tersebut juga tidak mencantumkan tanggal dimulainya pengerjaan.

Hal tersebut menjadi sorotan sejumlah masyarakat hingga Kepala Desa."Perasaan ini ada yang janggal deh," ujar Hermawan salah seorang warga Cilebut Barat dalam sebuah foto yang diposting di Whats App Group Forum Komunikasi Masyarakat (Forkomas), Senin (25/9/17).

Hal serupa diungkapkan Ipay salah seorang waga Galuga, Kecamatan Cibungbulang yang memposting foto sebuah papan proyek pengerjaan jalan diwilayah Kecamatan Ciampea, Cibungbulang dan Pamijahan.


"Ini juga sama, gak ada volumenya. Hampir semua sama, papan proyek pembangunan tanpa volume," tulisnya dalam beberapa foto papan proyek pembangunan jalan.

Menanggapi hal itu, salah seorang kepala desa di Kabupaten Bogor mengatakan, bahwa pencantuman volume dalam papan proyek itu perlu agar diketahui oleh seluruh masyarakat. Terlebih anggaran yang digunakan dari APBD tersebut tidak sedikit nominalnya.


"Volume itu utama pekerjaan, panjang kali lebar di kalikan ketebalan. Itu bukan uang kecil. Kalau desa, 850 juta per tahun saja di sorotin sampe ke ketek-ketek,"ujar Kepala desa yang enggan disebutkan identitasnya, sambil berkelakar.

Tak hanya itu, Ia juga mengirimkan salah satu contoh sebuah papan proyek pekerjaan didesanya yang dilengkapi dengan nominal anggaran, volume hingga tanda tangan ketua tim pelaksana kegiatan. "Tuh uang receh saja sampe segitunya,"tulisnya, dalam foto tersebut.

Sementara itu, Iwan Meichin salah seorang aktivis dari Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB) menuturkan, 
melihat papan proyek Dinas PUPR Pemkab Bogor yang rata rata tidak memuat volume bangunan jalan menimbulkan banyak tanda tanya.

"Sedangkan papan proyek di tingkat desa saja volumenya selalu dimuat. Ini janggal menurut saya, belum lagi ketika ada proyek mangkrak yang seharusnya ada adendum dari masa waktu toleran 50 hari kerja sebesar 1/1000per hari. Ini juga tidak pernah disampaikan ke publik," tuturnya.


Disamping itu, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak pernah melibatkan aktifis setempat untuk berperan aktif dalam pengawalan setiap proyek diwilayahnya. "Padahal itu bisa meringankan tugas Pemkab dalam hal pengawasan. Faktanya kita sering mendengar proyek yang mangkrak, salah satunya karena tidak adanya pengawalan dari para aktifis setempat,"ujarnya.

Menurutnya, hal itu juga diduga adanya indikasi permainan dalam beberapa proyek yang menjadi salah satu sebab mangkraknya proyek tersebut. "Salah satunya, TOL BOMANG yang hingga hari ini tidak jelas nasibnya,"pungkas Iwan Meichin yang juga tokoh masyarakat diwilayah kecamatan Megamendung. (IB)