Nobar Film G 30 S/PKI Jadi Salah Satu Kegiatan Non Fisik TMMD Kodim 0619 -->

Adsense




Nobar Film G 30 S/PKI Jadi Salah Satu Kegiatan Non Fisik TMMD Kodim 0619

87 Online News
Kamis, 21 September 2017


PURWAKARTA - Selain Pembuatan jalan sepanjang 7.2 Km, pemutaran film dan nonton bareng film G 30S/PKI menjadi salah satu program non fisik TMMD ke 100 yang diselenggarakan Kodim 0619/ Purwakarta. Bertempat di Aula Makodim 0619/Purwakarta, Jalan KK Singawinata, Kelurahan Nagri Kidul Kecamatan Purwakarta, Rabu (20/9/17) malam.

Kegiatan Nonton Bareng (Nobar) sejarah tahun 1965 tersebut juga akan dilaksanakan di lokasi kegiatan TMMD untuk mengingatkan masyarakat terkait pemberontakan PKI terhadap pemerintahan yang sah di Indonesia, serta mengingatkan generasi muda dan prajurit-prajurit TNI agar tidak melupakan sejarah. Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali, semuanya sangat menyakitkan dan banyak korban.

"Untuk itu, seluruh anak bangsa khususnya generasi muda harus tahu bahwa bangsa kita pernah punya sejarah yang hitam. Pemutaran fim Dekumenter G30S/PKI tidak hanya di putar di aula Makodim akan tetapi di seluruh Koramil Jajaran Kodim 0619/Purwakarta dengan tujuan membuka mata kita kembali tentang sebuah film yang hampir beberapa tahun ini dilupakan. Padahal ini terkait kekejaman yang dilakukan sebuah kelompok yang tidak bisa dilupakan, persoalan menghadapi pemberontakan PKI merupakan masalah bersama, artinya PKI harus kita lawan bersama,”ujar Dandim 0619/Purwakarta, Letkol Inf Ari Maulana S.Sos.

Pemutaran film sejarah tersebut dihadiri oleh Danden Pomdam III/SLW Letkol CPM Yudo, Para Perwira Staf Kodim 0619/PWK, Para Perwira Sat Disjan jajaran Kodim 0619/PWK, Dansub Denpom PWK Kapt.CPM Miftahul, Anggota Kodim 0619/PWK, Anggota Subdenpom PWK, Perwakilan Mahasiswa Mutaqien PWK, Pelajar SMAN 1 PWK dan warga masyarakat sekitar.

Kegiatan Nobar ini menuai tanggapan positif dari warga masyarakt Purwakarta, salah satunya dari tokoh masyarakat pada era 1970'an. Menurutnya, bahwa nobar film G30S/PKI merupakan sarana efektif untuk mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda umtuk mengetahui tentang pentingnya menjaga ideologi negara dan ikatan kebangsaan dari bahaya komunisme dan anasir-anasirnya. selain itu, sebagai sarana pembelajaran bersama mengenai sejarah bangsa.

“Saya rasa itu salah satu bentuk upaya dalam menambah wawasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini baik, melihat zaman yang semakin canggih yang cenderung selalu meninabobokan generasi penerus bangsa. Tentu ini dapat memperdalam wawasan seluruh elemen masyarakat,”tukasnya. (Red)