Maraknya Kasus Dugaan Pencabulan Di Bogor, Indikator Predikat Kabupaten Dan Kota Ramah Anak Patut Kembali Di Pertanyakan -->

Adsense




Maraknya Kasus Dugaan Pencabulan Di Bogor, Indikator Predikat Kabupaten Dan Kota Ramah Anak Patut Kembali Di Pertanyakan

87 Online News
Minggu, 10 September 2017

BOGOR - Kasus dugaan pencabulan di Kota maupun Kabupaten Bogor semakin memprihatinkan dan semakin terus bertambah, belum juga tuntas dan belum memiliki kepastian hukum yang jelas terkait beberapa kasus dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur seperti kejadian di salah satu TK Negeri dan salah satu SD Negeri yang berada di Kota Bogor sehingga predikat Kabupaten atau Kota ramah anak indikatornya patut kembali dipertanyakan.

Kejadian dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur juga terjadi di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. VAK yang masih berusia 5 tahun, diduga menjadi korban pencabulan oleh seseorang yang berinisial W. Aksi bejad tersebut terjadi Jum'at (28/07) di Kp. Pondok Miri RT 001/RW 012 Desa Rawa Kalong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Kejadian bermula pada saat korban bermain di rumah temanya, "kemudian korban dipaksa untuk masuk ke dalam kamar dan mata korban ditutup oleh pelaku dengan tangan selanjutnya dicabuli," kata VAP saat menggelar konferensi pers di salah satu restauran yang terletak di Jalan Padjajaran, Kota Bogor, Jum'at (08/09).

Sementara itu, kuasa hukum korban, Gery Permana mengatakan, sejak diketahuinya peristiwa dugaan tindak pidana perbuatan cabul tersebut, VAP 26 tahun selaku ibu korban beserta keluarganya melapor ke unit PPA Polres Bogor pada Sabtu 29 Juli 2017.

Gery menegaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dengan maksud untuk meminta pendampingan, pengawalan dan pengawasan atas jalanya proses hukum tersebut sesuai dengan peranan dan fungsinya masing-masing. 

"KPAI sendiri akan menindaklanjuti hal itu ke Polres Bogor dalam bentuk surat yang akan dikirimkan guna mempertanyakan mengenai proses dan perkembangan perkaranya," ucap pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif LBH Lintas Nusantara ini. (SG)

Foto : Ilustrasi