Diduga Tidak Transparan Mengelola Keuangan, Kades Karya Jaya Dituntut Mundur Dari Jabatannya -->

Adsense




Diduga Tidak Transparan Mengelola Keuangan, Kades Karya Jaya Dituntut Mundur Dari Jabatannya

87 Online News
Jumat, 08 September 2017

GARUT - Ratusan warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Desa Karyajaya, melakukan aksi unjuk rasa dengan menggelar doa bersama dihalaman Gedung Bumdes Jalan Raya Bayongbong, Jumat (08/09/17).

Massa menuntut agar Kepala Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, untuk mengundurkan diri dari jabatannya karena dianggap tidak transparan dalam mengelola keuangan dan tidak mampu bekerja.

"Setelah menggelar doa bersama ini, Kepala Desa Karyajaya, agar legowo untuk mundur dari jabatannya. Yang mana sudah sangat merugikan masyarakat," kata Agus (28) salah seorang warga Kampung Pasir Kiara, kepada pada wartawan.

Menurutnya, selama memimpin pemerintahanan desa Kepala Desa Karyajaya, ES, tidak transfaran dalam
mengelola keuangan desa serta dianggap tidak becus bekerja.

"Tidak ada keterbukaan pada masyarakat terkait anggaran yang diterima desa. Melainkan kerap di kerjakan sendiri," ujar pria yang mengaku berprofesi sebagai petani.

Tak hanya masyarakat, Ketua LPM Desa Karyajaya, Tarsa, mengaku selama ES menjabat sebagai Kepala Desa, lembaga LPM yang seharusnya bertanggungjawab terhadap pembangunan tidak pernah diberi keleluasaan dalam mengelola anggaran.

"Saya, malu sama masyarakat dalam pembangunannya. Yang mana mulai dari anggaran IP, Dana Desa (DD) tidak pernah menerima secara penuh sesuai pengajuan," ungkap Tarsa.

Tarsa memaparkan, pada tahun 2015, dirinya melaksanakan pembangunan pengaspalan dengan total anggaran Rp90 Juta. Namun Kepala Desa, hanya memberikan anggaran Rp50 Juta. Selain pada tahun 2015 menerima anggaran yang tidak sesuai dengan pengajuan, pada tahun 2017 juga terjadi kembali.

Yang mana pada pembangunan TPT dengan total anggaran Rp195 Juta, lagi-lagi Kades hanya memberikan Rp50 juta. Dana Rp50 Juta tersebut di pergunakan Rp20 Juta untuk pembayaran upah kerja dan Rp30 Juta untuk pembelian material. Entah kemana sisa anggaran tersebut larinya,"paparnya.

Tarsa juga mengaku, sempat menanyakan hal itu Kepala Desa. Namun, jawaban yang diterimnaya sangat tidak rasional. "Sudah, Ketua LPM jangan banyak omong, bekerja dan tutup mulut saja," kata Tarsa menirukan Kepala Desa.

Ia menilai, perbuatan Kades sudah sangat merugikan seluruh masyarakat. "Karena itu, kaminjuga akan melaporkan dan membuka kelakuan Kades pada pihak Kepolisian Resort Garut," tandasnya. (TRY)