Jelang Idul Adha Diskannak Kabupaten Bogor Gencar Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Qurban -->

Adsense




Jelang Idul Adha Diskannak Kabupaten Bogor Gencar Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Qurban

87 Online News
Senin, 28 Agustus 2017

CIBINONG - Guna memastikan terjamin kesehatannya dan layak di jadikan hewan qurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha pada 1 September 2017 (10 Dzulhijjah 1438 H) mendatang, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Bogor gencar melakukan pemeriksaan keluar masuk hewan qurban dengan melibatkan 8 Puskeswan di 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

"Pemeriksaan hewan qurban sudah dilakukan dari H (-)15, mulai pemeriksaan di lapak-lapak penjual hewan qurban yang keluar masuk dan peternak yang ada di Kabupaten Bogor dengan mengerahkan seluruh petugas dari dinas perikanan dan peternakan, dan petugas di 8 Puskeswan meliputi 40 kecamatan," kata Hardi, Kasi kesehatan masyatakat veteriner (Kesmavet) Diskannak kepada Wira Desa, saat ditemui di Kantornya, Senin (27/8/17).

Lanjut Herdi memaparkan, bahwa sejak H -15 sampai H -1 nanti, pemeriksaan dilakukan oleh petugas dari Diskannak dan dari Puskeswan. Sedangkan pada H -1 hingga H +3 pihaknya dibantu oleh mahasiswa dari IPB, tim medias dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Bogor serta petugas dari Kementrian peryanian (Kementan).

"Pemeriksaan pada H -1 sampai H -3 akan dilakukan oleh tim medis dari dinas sebanyak 48 orang, dari IPB 100 orang dan petugas dari PDHI cabang Bogor sebanyak 14 orang serta dari Kementan sebanyak 28 orang," paparnya.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sejauh ini tidak ada temuan hewan qurban yang mengidap penyakit berbahaya. "Sejauh ini tidak ada temuan hewan bermasalah, hanya hal kecil diantaranya hewan mengalami stres perjalanan, sakit mata, kena ORF (penyakit koreng di mulut) dan itu kita pisahkan untuk dilakukan diagnosa dan diobati," imbuhnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan wajib dilakukan terhadap hewan yang masuk dan keluar. Jika ditemukan yang sakit, maka pedagang akan diarahkan untuk tidak menjualnya.

"Hewan sehat itu ciri-cirinya diantaranya cukup umur, tidak cacat, bulunya mulus, dan matanya jernih. Kalau sakit, demam itu tidak boleh dipotong," jelasnya.

Disamping itu, pihaknya menyiapkan posko pemeriksaan hewan qurban di 8 unit pelayanan teknis (UPT) dan, sebagai posko utama di dinas peternakan.

"Di 8 UPT, kita siagakan terus petugas dan sebagai posko utama di dinas. Pada tanggal 31, kita lakukan pelepasan petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging qurban ke 40 kecamatan," tambahnya.

Untuk pengemasan daging qurban yang akan dibagikan, Hardi menyarankan untuk tidak menggunakan kantong plastik warna hitam. Dari segi kesehatan kata Hardi, kantong plastik hitam sebagian besar dari daur ulang sehingga di khawatirkan ada zat karbon yang menempel ke daging.

"Dari segi kesehatan sedikit membahayakan, jadi disarankan daging dibungkus dengan plastik transparan atau yang terbuat dari bahan baku asli. Bisa juga di bungkus pakai dedaunan, seperti daun pisang atau talas," pungkasnya. (IB)