Hati-Hati Sosmed Bisa Membawa Petaka -->

Adsense




Hati-Hati Sosmed Bisa Membawa Petaka

87 Online News
Jumat, 25 Agustus 2017

JAKARTA - Dunia Maya atau Sosial Media (Sosmed), kembali menjadi pemantik atas suatu perkara yang berujung pada ancaman penjara bagi pihak yang dinyatakan bersalah. 

Seperti yang dialami oleh CL (inisial), beberapa waktu lalu pada sebuah akun Facebook. CL mengomentari salah satu status temannya. Tak disangka-sangka, komentar yang dilontarkannya ditanggapi berbeda oleh teman CL berinisial TWS.

Berawal dari saling berbalas ucapan (komentar) inilah hingga berujung pada adanya dugaan penyebaran fitnah, pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, ujaran kebencian dan sebagainya oleh terduga TWS

Menurut CL, segala ketidakpatutan yang dituangkan oleh TWS tidak hanya melukai privaci-nya tapi juga telah membuat dirinya merasa leceh dan terhina.

Sebagai seorang wanita yang juga seorang ibu dari anak-anak, ia khawatir hal ini akan menjadi persoalan tersendiri bagi anak-anak dan keluarganya. 

CL juga menuturkan, TWS seringkali gagal paham (tidak mengerti) dengan status teman-temannya, bahkan acapkali tendensius dalam berkomentar. Serta tidak jarang juga TWS menyerang dengan menggunakan SMS, WA untuk menumpahkan cacian. Pada perkara kali ini, TWS bahkan mengancam akan mendatangi kediaman CL untuk membuat perhitungan. 

"Diantara sekian kata-katanya yang sangat menyakitkan saya adalah, semua laki-laki bisa meniduri saya. Saya sangat tidak terima! Ini fitnah yang teramat keji bagi saya," ungkap CL di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/08)
 
Kuasa Hukum CT, Antonius Ananias Aty Boy, SH dari Kantor Hukum Indranas Gaho & Partners menjelaskan, sesuai dengan alat bukti yang ada,  jelas bahwa terlapor (TWS) telah melanggar hukum.

Untuk itu,  pihaknya telah resmi melaporkan TWS ke Bareskrim Mabes POLRI dengan Tanda Bukti Lapor Nomor: TBL/567/VIII/2017/bareskrim, tertanggal 24 Agustus 2017 dengan dugaan tindak pidana fitnah dan pencemaran nama baik melalui media sosial sebagaimana diatur dalam pasal 27 ayat (3) Jo 45 ayat (1) UU nomor 19 tahun 2016, tentang ITE, Pasal 310 dan 311 KUHP. 

"Bunyi Pasal 27 ayat (3) UU ITE adalah sebagai berikut, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik," ucap pengacara muda yang sedang naik daun ini. 

Antonius juga menjelaskan, secara esensi penghinaan, pencemaran nama 
baik merupakan perbuatan menyerang kehormatan atau nama baik seseorang, sehingga nama baik orang tersebut tercemar atau rusak," pungkasnya. (FPII/Red)

Foto: Ilustrasi