Breaking News

Pemkab Bogor Dinilai Tak Punya Nyali Berantas Imigran Gelap Diwilayah Puncak

CIBINONG - Terkait keberadaan warga negara asing (WNA) yang datang kewilayah Puncak, Megamendung dan Cisarua, Kabupaten Bogor, menjadi permasalahan dan sorotan berbagai kalangan baik dari masyarakat, legislatif hingga mahasiswa.

Salah seorang mahasiswa Bogor, Rizki Permana dari Sekjen Badko (Badan Kordinasi) HMI Jabodetabek serta Pengamat Ekonomi dan Industri angkat bicara.

"Coba dikaji terhadap keberadaan pendatang di Puncak, Cisarua baik pendatang WNA asal Maroko, Arab, India, Pakistan saat ini sepertinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak punya nyali untuk melakukan penegakan aturan," kata Rizki kepada wartawan, Rabu (26/7).

Menurutnya, bahwa para WNA tersebut melakukan kawin kontrak serta menjadikan satu kawasan di daerah Puncak sebagai kawasan pendatang degan aktifitas seks.

"Kami minta kepada Pemerintah Pusat maupun Pemkab Bogor untuk melakukan pengkajian mengenai status visa mereka dan bagaimana mereka bisa sampai lama tinggal di kawasan puncak namun tidak ada tindakan tegas dari aparat Pemerintah sebagai penegak aturan," tegasnya.

Bahkan yang terbukti, tambah Rizki, keberadaan mereka sudah melangar dan hanya mendapatkan damai degan membayar kepada para oknum petugas yang mempunyai jabatan.

"Sering kali dilakukan razia oleh petugas imigrasi dan Muspida Kabupaten Bogor, tapi hannya dilakukan pendataan saja kenudian dilepas kembali. Tidak di deportasi, coba pikir mau dibawa kemana Kabupaten Bogor dan Negara ini," ujarnya.

Hal senada juga dilontarkan oleh Asep Kurnia, ketua pemuda Bogor Barat yang juga menyayangkan keberadaan WNA tersebut dan akan mengajak masyarakat Kabupaten Bogor untuk perubahan dan menjadi Bogor Termaju.

"Insya Allah, dalam waktu dekat membuat rapat gabungan baik dari masyarakat Bogor, Mahasiswa, LSM, para tokoh ulama dan semua elemen lainnya. Langkah itu, untuk membuat sejarah baru menuju perubahan Kabupaten Bogor, agar rakyat Bogor sejahtera," bebernya.

Dia menambahkan, bahwa dirinya akan melakukan investigasi terhadap keberadaan WNA yang datang di dua kecamatan diwilayah Puncak, Kabupaten Bogor.

"Untuk akurat mencari data, kami akan melakukan investigasi untuk warga Arab. Salah satunya harus numpang nginap di rumah pengurus RT setempat, supaya bisa mengumpulkan data yang real tentang keberadaan mereka di Bumi Tegar Beriman ini," tandasnya. (RED)

Foto : Ilustrasi