» » » » » Jembatan Penghubung Dua Kabupaten Ambruk, 3 Motor Dan Pengendaranya Ikut Terjatuh

PARUNG PANJANG - Paska hujan lebat yang mengguyur wilayah utara Kabupaten Bogor sejak sore hingga malam, menyebabkan sebuah jembatan penghungung dua wilayah Kabupaten yakni, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tanggerang ambruk, Rabu (24/7/17).

Akibat ambruknya jembatan bambu hasil swadaya masyarakat yang membentang diatas sungai Cimanceri di Kampung Jaga Bita Bojong, RT 01/03, Desa Jag Bita, Kecamatan Parung Panjang ini membuat aktivitas warga lumpuh total dan warga yang akan berpergian menuju Tanggerang harus berputar dengan menggunakan jalur alternatif lain.

Menurut saksi mata, Fatmawati (40) yang merupakan warga sekitar menuturkan, ambruknya jembatan sepanjang 30 meter itu sekitar pukul 07.30 WIB, saat warga akan melakukan aktivitasnya masing-masing.

"Kejadiannya sekitar jam 7.30, saya sempat teriak-teriak minta tolong karna ada warga yang sedang mengendarai motor terjatuh ke sungai. Warga langsung berdatang dan membantu warga yang jatuh," tuturnya.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut, namun tiga unit kendaraan bermotor berikut pengendaranya terjatuh ke sungai. "Waktu kejadian, kebetulan saya lagi di rumah. Melihat jembatan ambruk, saya langsung melihat ternyata ada warga yang jatuh juga, ketiga pengendara motor itu adalah warga tanggerang. Alhamdulliah tidak ada korban jiawa," ujar Perempuan yang rumahnya tidak jauh dari lokasi.

Dikatakannya, keberadaan jembatan yang terbuat dari batang bambu tersebut sudah berumur puluhan tahun dan tidak pernah tersentuh pembangunan dari pemerintah, melainkan hanya dilakukan perbaikan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Hal senada diungkapkan Nana (35), dikatakannya,,jembatan penghubung di dua desa, antara Desa Jaga Bita, Parung Panjang, Kabupaten Bogor dan Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tanggerang itu takbpernah sepi dari warga yang melintas. Terlebih pada jam-jam tertentu saat warga akan melakukan aktivitas.

"Jembatan ini adalah akses utama tidak ada sepinya, banyak warga yang menggunakan seperti yang akan berangkat kerja dan menuju ke Pasar Parung Panjang juga anak-anak sekolah pun sering melintasi jembatan ini. Dulu katanya jembatan ini akan dibangun tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan," tambahnya.

Terpisah, sekertaris desa Jaga Bita, Awaludin berpendapat, untuk pembangunan jembatan tersebut seharusnya ada koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kabupaten Tanggerang.

"Pemkab Bogor dan Pemkab Tanggerang harus duduk bareng, guna mencari solusi dan membangun jembatan yang menjadi pembatas dua Kabupaten ini," ujarnya. (Ozos)

About 87 Online News

Terima Kasih Telah Mengunjungi 87 Online News. Untuk Informasi, Publikasi Dan Pemasangan Iklan Silahkan Hubungi 87onlinenews@gmail.com atau Hotline Service Kami di 081280533349
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply