» » » » » » Gara-Gara Naik Motor Pakai Head Set, Pengendara Motor Ini Diajak Damai Oleh Oknum Polisi

CIBINONG - Akibat mengendarai sepeda motor dengan menggunakan hand free, Syahrul, salah seorang pengendara sepeda motor warga Suryalaya, Tasik, Jawa Barat, di tilang oleh aparat kepolisian Polres Bogor yang sedang melakukan razia rutin di lampu merah Gadog, Kecamatan, Megamandung Kabupaten Bogot, Jawa Barat.

Ironisnya, oknum anggota Polantas yang tidak diketahui identitasnya itu, memberikan pilihan kepada pengendara tersebut mulai dari mengarahkan untuk membayar tilang melalui bank yang sudah ditunjuk, hingga mengajak damai dengan meminta sejumlah uang tunai.

"Kejadiannya hari Jumat, tanggal 2 Juni 2017. Saya mau pulang ke Tasik, sesampainya di lampu merah Gadog tiba-tiba diberhentikan sama polisi yang lagi razia, gara-gara pakai hand free, sementara orang lain yang boncengan dan keduanya gak pakai helm gak di stop," kata pria yang mengaku salah seorang warga Suryalaya, Tasikmalaya, yang tinggal di Pulo Empang, Bogor, kepada redaksi melalui aplikasi messengger,  Minggu (4/6/17).

Syahrul mengaku, saat itu dirinya menggunakan hand free hanya sebelah dan masih bisa mendengar suara-suara kendaraan lainnya. "Saya mengakui salah karena memakai headset (hand free). Tapi suara-suara kendaraan lain mah kedengeran, karena saya pakai headset cuma sebelah," ujarnya.

Setelah memberikan penjelasan tentang pelanggaran yang dilakukan lanjutnya, kemudian oknum Polisi tersebut memberikan dua pilihan kepada Syahrul dengan membayar tilang melalui bank yang ditunjuk senilai Rp 750.000 atau membayar tunai sebesar Rp 400.000, agar surat-surat yang ditahan dapat langsung dikembalikan.

"Awalnya saya disuruh bayar tilang lewat BRI sebesar Rp 750 ribu, kemudian polisinya bilang kalau bayar langsung cuma Rp 400 ribu. Saya terus terang sama polisinya cuma bawa uang Rp 500 ribu. Itu pun untuk membeli bensin dan biaya di perjalanan. Akhirnya saya kasih 300.000, dan langsung polisi itu mengembalikan surat-surat yang di tahan," tuturnya, dengan menggunakan bahasa daerahnya, (Bahasa Sunda).

Atas kejadian tersebut dirinya mengaku sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut.
Dia berharap agar hal itu tidak terulang lagi. "Intinya jangan sampai terulang hal seperti itu, kasihan masyarakat. Bukankah polisi itu harus mengayomi dan membantu masyarakat," tandasnya.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, KBO Lantas Kepolisian Resor Bogor, Inspektur Satu Anaga Budiarso mengatakan dirinya akan menindak tegas anggotanya jika diketahui melakukan hal itu. Namun sayangnya, pelanggar tidak mengetahui nama oknum polisi tersebut.

"Ya saya pasti akan tegur anggota saya. Saya minta nama agar tidak terjadi hal serupa," tegasnya, melalui Whats app Messengger.

Untuk menghindari terjadinya hal serupa, Anaga Budiarso mengimbau kepada masyarakat yang terkena tilang, agar mengikuti prosedur yang berlaku. Baik dengan cara mengikuti sidang atau membayar melalui bank yang ditunjuk.

"Saya mengimbau kepada masyarakat, untuk mengikuti prosedur yang ada. Ikut sidang atau silahkan bayar di bank BRI," tutupnya. (IB)

About 87 Online News

Terima Kasih Telah Mengunjungi 87 Online News. Untuk Informasi, Publikasi Dan Pemasangan Iklan Silahkan Hubungi 87onlinenews@gmail.com atau Hotline Service Kami di 081280533349
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply