» » » » » Sikapi Kemacetan Jalur Puncak, Bupati Tinjau Jalur Alternatif

Sikapi Kemacetan Jalur Puncak, Bupati Tinjau Jalur Alternatif

Penulis By on Kamis, 06 April 2017 | No comments

CISARUA - Menanggapi keluhan masyarakat Kecamatan Ciawi, Megamendung dan Cisarua terhadap kemacetan yang terjadi selama puluhan tahun di Jalan Raya Gadog-Puncak yang tidak hanya di hari libur, Bupati Bogor, Nurhayanti langsung melakukan peninjauan ke jalur-jalur alternatif yang dinilai bisa mengurai kemacetan di jalur wisata alam tersebut.

Pada kesempatan itu, Nurhayanti mengatakan, untuk mengurai kemacetan di jalur teraebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan membuka jalur alternatif antara Citeko hingga Cibeureum.

"Jalurnya sendiri sudah ada, tinggal Pemkab Bogor lebih mengoptimalkan lagi jalan alternatif Citeko-Cibeureum ini," katanya saat melaksanakan kegiatan saba desa di Kecamatan Cisarua yang dilanjutkan dengan meninjau ruas jalan alternatif dan potensi lainnya, Rabu (5/4).

Diakui bupati, di jalur alternatif Citeko-Cibeureum ada lahan milik PTPN VIII Gunung Mas. Meski begitu ada solusi, karena KSO nya sudah disepakati pihak PTPN.

"Semoga bisa menjadi jalan kabupaten supaya ada penanangannya dan pemeliharaannya. Apalagi disitu ada jalan Taman Safari dan masyarakat," ungkapnya.

Selain mengoptimalkan jalur alternatif Citeko-Cibeureum, Pemkab Bogor juga akan mengoptimalkan jalur-jalur alternatif lainnya yang sudah ada untuk menuju ke kawasan wisata Puncak.

"Pemkab Bogor pun akan segera menyelesaikan jalan poros tengah timur, karena akan menjadi jalan strategis kewilayahan serta membuka pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Kabupaten Bogor," imbuhnya.

Selain itu, persoalan sampah pun menjadi perhatian Bupati Bogor, karena di Kecamatan Cisarua, masih ada beberapa titik gunung sampah yang disebabkan oleh para pengusaha hotel dan restoran juga para wisatawan saat berkunjung ke daerah Puncak dengan membuang sampah tidak pada tempatnya.

"Saya minta kerjasamanya kepada pengusaha tempat wisata dan restoran serta para wisatawan untuk bersama- sama menjaga keindahan Puncak. Jangan sampai rusak oleh sampah," pungkas Nurhayanti. (Ded,BZ/IB)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya