Breaking News

Waspada!! Pelaku Pedofilia Berkeliaran Di Cibinong

CIBINONG - Nasib malang menimpa NC (7) tahun warga Kampung Pajeleran, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yang menjadi korban pelecehan seksual dengan kekerasan oleh pelaku yang tidak dikenal yang diduga mengidap Pedophilia.

Herlianah, orang tua korban menuturkan, hal itu diketahui saat NC meringis merasa kesakitan dibagian kemaluannya. Setelah didesak, korban baru mau mengakui. Menurutnya, aksi bejad itu dilancarkan pelaku saat korban bersama 4 orang temannya yaitu IN, KL, BL dan LK sedang bermain petak umpat pada hari Kamis (20/4/17).

Saat ke empat teman lainnya sembunyi, tiba-tiba datang pelaku dengan mengendarai mobil warna putih dan memaksa korban untuk masuk kedalam mobilnya dan mengajak berkeliling.

"Katanya sempat diajak keliling sampai Pemda, bahkan pelaku sempat bertukar mobil di daerah Kincir. Didalam mobil itu ada 4 orang lainnya yang merupakan teman pelaku," tuturnya.

Setelah diajak keliling, lanjutnya, pelaku melakukan aksi bejatnya di sekitar pemakaman Perumahan Bumi Cibinong Endah (BCE) yang tidak jauh dari lokasi dimana sebelumnya korban pertama kali dibawa oleh pelaku. 

Usai melampiaskan hawa nafsunya, korban diantar kembali ketempat semula dan korban diancam agar tidak melaporkan hal tersebut kepada siapa pun. "Dari itu, anak saya ketakutan dan tidak mau berterus terang," ujarnya.

Setelah mendapatkan keterangan dari putrinya, dirinya langsung melakukan visum dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian Polres Bogor pada Minggu (22/4/17), dengan surat laporan bernomor : LP/B/506/IV/2017/JBR/RES BOGOR. Namun sampai saat ini belum mendapat keterangan secara pasti tentang proses selanjutnya. 

"Kami meminta agar pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku untuk di proses sesuai dengan hukum yang berlaku," harapnya.

Sementara saat dimintai keterangan, korban mengaku sebelumnya tidak mengenal pelaku, namun diketahui oleh korban bahwa pelaku sering berkeliaran di dekat Taman Kanak-Kanak (TK) yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Sehingga keluarga korban menduga bahwa pelaku merupakan salah seorang warga setempat.

"Sering ngeliat di perumahan BCE di Blok A dekat TK, tapi ade gak kenal. Dia ngaku namanya Muhamad Fahril," kata CN.

Dikatakannya, korban sempat di beri kopi dalam kaleng dan wafer oleh pelaku. Pelaku juga sempat mengikat tangan dan kai korban dengan menggunakan tali sepatu serta menyumbat mulut korban dengan menggunakan swetter yang diduga milik pelaku.

"Waktu di mobil, ade dikasih kopi sama permen, terus diajak muter-muter pake mobil sampe ke Pemda, tangan ade diikat pake tali sepatu dan mulut ditutupin pakai kain. Pas sampe di situ (tempat kejadian, Red) di 'gituin pake 'itu' nya dia sama di mainin pake kayu," tutur Korban, saat dimintai keterangan oleh awak media, Minggu (30/4/17).

Menurutnya, pelaku meminta agar tidak memberitahukan perbuatan biadab yang telah dilakukannya dengan ancaman kepada korban. "Katanya, jangan bilang sama mama ya, nanti kalau bilang di 'gituin' lagi," ucap CN dengan polos.

Terpisah, saat dikonfirmasi Kasubag humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena mengatakan kasus ini tengah ditangani pihak kepolisian unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Kasus ini sedang di tangani semenjak dilaporkan ke SPKT dan surat diberi disposisi oleh Kasat Serse itu langsung di proses. Seperti biasanya kalau kasus anak dibawah umur, begitu dilaporkan langsung ditangani oleh unit PPA, walapun itu malam hari laporannya," kata Ita Puspita.

Menurutnya, saat ini pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan data dan saksi-saksi serta masih menunggu hasil visum dari pihak Rumah sakit.

"Karena yang diberikan saat laporan, bukan hasil visum. Melainkan surat keterangan bahwa korban sudah divisum. Dalam hal ini, unit PPA tetap bekerja dan butuh proses," jelasnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian telah memanggil korban untuk dimintai keterangan. 

"Hari ini, (Minggu 30/4/17) anak tersebut dipanggil ke Polres. Tapi malah ibunya yang datang, karena katanya anaknya sedang ngambek, kemudian unit PPA langsung kerumahnya untuk meminta keterangan," pungkasnya. (IB)