Iklan Baner

Update

Peristiwa

Nasional

Pemerintahan

Pendidikan

Kesehatan

Publikasi

Lifestyle

» » » » » Mengenang Tragedi 'Tanjakan Maut' Selarong Ratusan Masyarakat Gelar Doa Bersama

BOGOR - Mengenang tragedi tanjakan selarong yang belum lama ini terjadi hingga memakan jiwa dan puluhan orang mengalami luka-luka, ratusan masyarakat Kabupaten Bogor yang terdiri dari Aktivis, LSM, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Ulama yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Puncak (SMP) menggelar acara Dzikir dan Doa bersama di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Tanjakan Selarong, Kampung Cibogo, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/4/17). Sebagai wujud empati, warga juga melakukan tabur bunga dilokasi tersebut.

Pada kesempatan itu, Koordinator acara Muhamad Muhsin menuturkan, kegiatan ini murni sebagai bentuk keperihatinan warga masyarakat khususnya diwilayah puncak dan masyarakat Kabupaten Bogor pada umumnya yang turut prihatin terhadap tragedi tabrakan beruntun higga menyebabkan 4 orang meninggal dunia salah satunya Kepala desa Citeko dan puluhan korban lainya mengalami luka-luka.

"Kegiatan dzikir dan doa bersama ini murni untuk medoakan para korban tragedi selarong yang terjadi Sabtu (22/4/1) pekan lalu, dan untuk masyarakat lain khususnya para pengguna jalan agar selalu di beri keselamatan," tuturnya, kepada sejumlah Awak Media dilokasi.

Menurutnya, perlu adanya pengawasan dari pemerintah baik dari kepolisian, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait lainnya untuk mengawasi kendaraan yang akan melintas di Jalur Puncak terutama bus.  Hal itu dimaksudkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. "Kami ingin tidak ada lagi kecelakaan di Jalur Puncak," ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris desa Citeko Sahrudin Shobirin dalam orasinya membacakan 18 poin tuntutan dari warga. Menurut dia, kecelakaan di jalur Puncak salah satunya disebabkan fasilitas rambu-rambu lalu lintas yang masih minim. "Semoga ini menjadi perhatian semua pihak, terutama pemerintah Kabupaten dan Pusat agar tidak terjadi lagi," harapnya.

Sahrudin meminta dinas terkait yang menangani jalur Puncak memasang rambu-rambu lalu lintas setiap 500 meter. Warga juga meminta instansi terkait memasang imbauan di setiap restoran, hotel dan tempat peristirahatan penggunaan jalan agar lebih menjaga kondisi pengendara dan kendaraannya.

Kekurangan rambu-rambu jalan juga diperburuk kondisi badan jalan yang bergelombang dan berlubang di sejumlah lokasi. "Tolong buatkan tempat-tempat di titik-titik tertentu untuk bantalan penahan atau bantalan pengaman khusus guna menahan ketika ada kendaraan yang rem blong," kata Sahrudin menambahkan.

Selain kekurangan rambu-rambu lalu lintas, warga juga menganggap pemerintah dan kepolisian kurang mengawasi kendaraan yang melintas di puncak, terutama sebelum tabrakan tersebut. "Peristiwa tersebut diharapkan jadi bahan evaluasi dinas terkait dan kepolisian untuk meningkatkan pengawasan kendaraan yang tidak layak beroperasi melalui razia di area peristirahatan dalam tol sebelum keluar di gerbang Ciawi," tandasnya.

Tabrakan yang bermula dari bus HS Transport, Sabtu pekan lalu melukai puluhan orang dan menewaskan empat orang termasuk salah seorang di antaranya Kepala Desa Citeko Dadang Sulaeman.

Masyarakat juga meminta petugas kepolisian mencabut izin bus pariwisata yang melanggar aturan. Termasuk, mengevaluasi izin bus trayek yang melintasi jalur Puncak karena warga kerap mendapati bus tersebut melaju secara ugal-ugalan. (IB)

About 87 Online News

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply