Breaking News

Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementrian Perdagangan RI Akan Tindak SPBU Nakal

BENGKULU–Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI beberapa hari terakhir ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU dalam Kota Bengkulu. Hasilnya, masih ditemukan SPBU yang nakal.

Pantauan redaksi, sejak Selasa (11/4), hingga Rabu (12/4) kemarin tim dari Pengawas Kemetrologian Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI melakukan sidak ke seluruh SPBU Kota Bengkulu, untuk memastikan SPBU tidak berbuat curang dengan konsumen. Dalam sidak ini tim menguji kebenaran kuantitas dan tanda tera takaran pendistribusian BBM di setiap SPBU.

Hasil sidak di beberapa SPBU, tim menemukan pelanggaran di dua SPBU. Di SPBU pertama, batas takaran tera tidak sesuai batas toleransi atau yakni minimal minus atau plus 100 mili liter dari setiap jumlah setiap pembelian BBM. Kemudian saat sidak di SPBU kedua, tim menemukan tanda tera yang sudah kedaluwarsa. Seharusnya tanda tera pada mesin seharusnya tahun 2017, namun tim menemukan masih tahun 2010.

Sementara Pengawas Kemetrologian Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI, Fajar Firdaus mengungkapkan, nantinya dari setiap SPBU yang dikategorikan melanggar akan mendapat surat teguran untuk melakukan perbaikan. Dan tidak menutupkemungkinan tim juga akan melakukan penyegelan sementara waktu terhadap SPBU bersangkutan yang "nakal".

"Sejauh ini kita masih beri teguran dulu. Yang jelas dalam Undang-Undang No 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Bagi setiap usaha yang melanggar aturan ketentuan dalam metrologi dapat dikenakan sanksi berupa denda dan kurungan penjara," papar Fajar Firdaus. (AM)