» » » » Mengalami Kedangkalan, Saluran Irigasi Di Ciseeng Minta Dikeruk

Mengalami Kedangkalan, Saluran Irigasi Di Ciseeng Minta Dikeruk

Penulis By on Kamis, 16 Maret 2017 | No comments

CISEENG - Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan berimbas pada tingginya volume sampah pada saluran air, seperti sampah yang menumpuk di bawah jembatan irigasi Parung Leungsir, tepatnya di Kampung Pasar Selasa RT 07/02, Desa Karihkil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Akibatnya jika hujan deras, air meluap ke jalan raya dan merendam pemukiman warga.

Darwis, salah seorang warga setetempat mengatakan, kendati sempat berulang kali dibersihkan namun sampah sampah tersebut terus berdatangan. Menurutnya, sampah yang memenuhi saluran irigasi itu diduga dari pemukiman dibagian hulu. "Masyarakat yang tinggal di pinggir saluran irigasi membuang sampahua sembarangan. Kalau hujan airnya meluap ke jalan dan membanjiri pemukiman," tuturnya," kepada wartawan, Rabu (15/7/16).

Ia juga mengatakan, selain sampah yang menyumbat, banyaknya endapan tanah juga mengakibatkan saluran irigasi dari wilayah Rancabungur itu mengalami pendangkalan. Hal itu terlihat dari bawah jembatan Pasar Selasa yang hampir rata dengan permukaan kali tersebut.

"Karena jarak kolong jembatan hampir rata dengan tanah, akhirnya sampah mampet disitu dan airnya meluap. Untuk itu, kami meminta kepada pihak terkait agar saluran irigasi ini dikeruk dan dinormalisasi," ujar Darwis sambil menunjukan sampah yang menumpuk dibawah kolong jembatan.

Terpisah, Kepala bidang pengelolaan sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Atis Tardiana mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan diharapkan semua masyarakat bisa mengelola sampahnya sendiri dengan membentuk kelompok masyarakat pengelola sampah. "Perlu diketahui, bahwa Fatwa MUI menyatakan, tidak memanfaatkan sampah dan membuang sampah itu hukumnya haram," jelasnya. (Ozos)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya