» » » » » » » Pencuri Hewan Dengan Modus Sembelih Ditempat Resahkan Warga Megamendung

MEGAMENDUNG - Modus pencurian hewan ternak dengan cara tidak wajar kembali marak terjadi diwilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Dalam melakukan aksinya, pelaku menyembelih hewan hasil curiannya ditempat dan hanya mengambil dagingnya saja.

Seperti yang dialami H.Oleh (70) salah seorang pengurus ternak kambing di Kampung Bungur RT 05/05, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kamis (30/3/17). Lima (5) ekor kambing peliharannya disembelih pencuri di dalam kandangnya.

Kejadian ini baru disadari H. Oleh sekitar pukul 06.00 pagi saat akan menjalani rutinitas memberi makan ternak kambing ternyata 5 ekor kambingnya sudah tidak ada dalam kandang yang letak nya agak jauh dari rumah nya.

"Diduga kejadianya dini hari menjelang subuh, mereka mengeluarkan kambing ke luar kandang dan langsung menyembelih ditempat. Mereka sangat kejam, bahkan kambing hamil pun di sembelih dan hanya disisakan 3 ekor anak-anaknya yang sudah mati serta isi perutnya saja, kejadian ini belum di laporkan ke polsek," tuturnya.

Sementara Sekar (42) yang juga pengurus ternak kambing lainnya mengaku  mendengar suara mobil berhenti di jalan yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Tetapi dirinya tidak berani untuk melihat keluar rumah.

"Semalam saya mendengar ada suara mobil truk berhenti di jalan dekat rumah, tidak lama anjing menggongong terus. Tapi saya takut dan tidak berani keluar rumah, mereka kan pasti pakai senjata, kalau kita melawan nanti kita pula yang diserang," ujarnya.

Atas kejadian ini, warga terutama pemilik ternak mengaku merasa resah dan meminta kepada pihak kepolisan bisa segera menangkap para pelaku begal kambing tersebut. (MTD)

Foto : Ilustrasi

About 87 Online News

Terima Kasih Telah Mengunjungi 87 Online News. Untuk Informasi, Publikasi Dan Pemasangan Iklan Silahkan Hubungi 87onlinenews@gmail.com atau Hotline Service Kami di 081280533349
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply