» » » » » Peminat Kurang Usaha Batu Bata Merah Di Parung Panjang Lesu

PARUNGPANJANG - Desa Gorowong, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor dikenal sebagai sentra home industry pembuatan batu bata merah. Seperti di Kampung Lebak Ciung RT 14/03, hampir semua warga diwilayah tersebut menggantungkan hidupnya dari penghasilan dengan menjadi pembuat batu bata merah.

Namun lambat laun usaha ini kian lesu dan kalah bersaing dengan adanya bata ringan (hebel atau celcon). Kondisi ini diperparah ketika musim penghujan, pasalnya proses pengeringan dan pembakaran memakan waktu yang lebih panjang, yang berimbas pada menipisnya keuntungan dari penjualan.

Tak hanya itu, akibat lesunya penjualan bata merah ini juga dirasakan langsung oleh pekerjanya. Mas'ud (35) salah satu buruh yang bekerja di salah satu pengrajin bata merah mengatakan, akibat anjloknya penjualan bata merah yang diproduksinya penghasilan yang didapatkan juga semakin berkurang.

"Saat ini harga bata merah sangat jauh harganya dari pasaran dan semakin jarang peminatnya. Kami disini kuli, satu bata kami di kasih upah 30 perak (30 rupiah,red). Kalau sehari semalam kami dapat 10 ribu bata, paling tidak kami hanya membawa uang ke rumah sekitar 40 ribu," terangnya.

Dalam kondisi saat ini, Mas'ud dan beberapa pembuat batu bata merah lainnya hanya bisa pasrah. Dia berharap usaha kerajinan bata merah yang dia kelola bisa bertahan untuk menafkahi keluarganya.

"Harapan saya pemerintah lebih peduli dengan membantu memasarkan kerajinan kami dan menjaga agar harga jual bata merah kembali naik," pungkasnya. (MD)

About 87 Online News

Terima Kasih Telah Mengunjungi 87 Online News. Untuk Informasi, Publikasi Dan Pemasangan Iklan Silahkan Hubungi 87onlinenews@gmail.com atau Hotline Service Kami di 081280533349
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply