» » » » » » » » Mantan Kaur Desa Watesjaya Jadi Tersangka Pungli Pembebasan Lahan Tol Bocimi

Mantan Kaur Desa Watesjaya Jadi Tersangka Pungli Pembebasan Lahan Tol Bocimi

Penulis By on Senin, 27 Maret 2017 | No comments

CIGOMBONG -  Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor menetapkan seorang tersangka tetkait kasus pungutan liar dalam pemberian ganti rugi lahan yang terkena proyek pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (BOCIMI). Informasi yang dihimpun, tersangka berinisial 'A' (36) tahun warga Kampung Pasir Kuda RT 03/02, Desa Watesjaya yang juga mantan Kaur Desa Wates Jaya Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan melalui Kasubag Humas, AKP Ita Puspita Lena menuturkan, kejadian tersebut pada hari Jumat (07-10-2016) pukul 15.43 WIB di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Jl. Tegar Beriman Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor.

"Adapun korban dalam kasus ini yaitu Asep Agung Gumelar, Herman, Asep Setiawan, H. Ahmad Hidayat, Apud serta beberapa orang warga lainnya dengan jumlah sekitar 25 (Dua Puluh Lima) orang yang telah mengirimkan sejumlaj uang kepada tersangka,"kata Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena, Minggu (26/3/17).

Dari tersangka, Polisi berhasil menyita beberapa berkas barang bukti diantaranya Bekas transaksi melalui rekening Bank BRI atas nama tersangka (A) yang dikeluarkan oleh Bank BRI tanggal 16 Februari 2017, Berkas dokumen asli data validasi pemberian ganti kerugian bangunan yang berada di atas tanah milik PJKA, Berkas dokumen asli daftar nominatif pemberian ganti rugi dalam bentuk uang bagi warga Desa Watesjaya.

Selain itu, Polisi juga menemukan adanya surat pernyataan Kepala Desa Wates Jaya beserta lampiran identitas warga penerima ganti rugi bangunan yang berada di atas tanah milik PJKA dan Laporan hasil pendataan dan penilaian bangunan milik warga Desa Watesjaya terhadap bangunan yang berada di atas tanah milik PJKA tersebut yang dilakukan oleh Dinas Tata Ruang Dan Pemukiman Kabupaten Bogor.

"Tersangka awalnya mengaku sebagai  Korlap yang dibentuk oleh Desa Watesjaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor yang bisa membantu percepatan pengurusan proses ganti rugi serta menjanjikan bisa menaikan nilai ganti rugi untuk tanah, bangunan serta tanaman warga yang terkena lintasan proyek pembangunan jalan Tol Bocimi dan menjelaskan kepada warga apabila warga mengurus prosesnya sendiri akan sulit karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Sedangkan apabila memakai jasa mereka, maka akan terima beres namun dengan konsekuensi warga penerima ganti rugi diharuskan menyerahkan uang sebesar 10 persen dari nilai ganti rugi dengan alasan uang tersebut nantinya untuk biaya administrasi, biaya korlap, biaya untuk Pihak Desa dan biaya untuk Pihak Kecamatan. Namun faktanya pihak Desa Watesjaya tidak pernah menunjuk ataupun membentuk korlap tersebut serta dalam proses pemberian ganti rugi sama sekali tidak dipungut biaya apapun (Gratis) serta harga yang ditawarkan oleh Panitia Pembebasan Tanah (P2T) kepada warga sejak awal tidak pernah berubah," papar AKP Ita Puspita Lena.

Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, diketahui bahwa tersangka telah menerima uang dari sekitar 25 (Dua Puluh Lima) orang warga dengan cara ditransfer ke rekening milik tersangka dengan jumlah total sekitar Rp 169.870.000 (Seratus Enam Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah).

"Sejauh ini, uang tersebut dipergunakan oleh tersangka untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Atas perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 378 KUHPidana jo Pasal 372 KUHPidana,"pungkasnya. (IB)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya