UPDATE

header ads

FMB Minta Kejati dan Polda Jabar Segera Periksa Ketua DPRD Kabupaten Bogor

SUKAJAYA - Terkait adanaya dugaan mark up dalam penggunaan anggaran pembangunan Kantor Kecamatan Sukajaya, Forum Mahasiswa Bogor (FMB) Rahmatullah meminta Kejati Jabar atau Polda Jabar, untuk segera memangil dan memeriksa Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade).

Dalam release yang diterima redaksi, Selasa (28/3/17), Rahmatulloh mengatakan, atas tidak mampunya dia sebagai ketua DPRD dalam melakukan pengawasan pembangunan gedung kantor Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Ini bisa dilihat, gara-gara tidak mampunya dalam pengawasan atas pembangunan Kantor Kecamatan Sukajaya berakibat ada potensi kerugian negara sebesar Rp.1.952.769.000," ungkapnya.

Menurutnya, potensi kerugian negara ini berasal dari data APBD Kabupaten Bogor Tahun 2016. Perbandingan nilai antara pembangunan Kantor Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor sebesar Rp.6.732.071.000 dengan pembangunan Kantor Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor sebesar Rp.4.705.253.000. 

"Artinya pembangunan Kantor Kecamatan Sukajaya itu lebih mahal atau lebih besar nilainya, dan diduga ada indikasi mark up bila dibandingkan dengan pembangunan Kantor Kecamatan Ciawi," paparnya.

Faktanya di lapangan, lanjut Rahmatulloh, realisasi pembangunan Kantor Kecamatan Sukajaya bisa menghabiskan anggaran sebesar Rp 6.6 Miliar hanya untuk pembangunan gedung kantor kecamatan saja, tanpa atau tidak termasuk Rumah Dinas Camat dan Mushola Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Sedangkan, pembangunan Kantor Kecamatan Ciawi hanya menghabiskan anggaran sebesar Rp 4.705.253.000, bukan hanya pembangunan gedung kantor kecamatannya saja, tapi bisa dengan Rumah Dinas Camat dan Mushola.

"Makanya, dari gambaran diatas, kami dari FMB (Forum Mahasiswa Bogor) sekali lagi, meminta juga kepada Kejati Jabar Atau Polda Jabar untuk memeriksa juga Bupati Bogor Hj.Nurhayanti dalam pembangunan gedung Kecamatan Sukajaya. Sebagai pemegang kebijakan tertinggi, Bupati harus ikut bertanggung jawab," tegasnya.

Selain itu, FMB juga meminta Kejati Jabar dan Polda Jabar untuk memanggil PT. Daksina Persada, selaku pemenang lelang dan pelaksana pembangunan.

"Jangan lupa, Kejati atau Polda Jabar juga agar segera memanggil pihak PT. Daksina Persada, yang beralamat di Jalan Cimandiri No.6 Lantai 1 Cikini, Menteng Jakarta pusat, selaku pemenang lelang pembangunan dan pengerjaan gedung kantor kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor," pungkasnya.(Red)

Posting Komentar