Breaking News

Warga Korban Longsor Masih Bertahan Di Tenda Pengungsian

RUMPIN - Sebanyak 214 korban bencana longsor dan banjir lumpur yang terjadi pada Selasa (21/2/17) di Kampung Cilambur, Desa Leuwi Batu, Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor hingga saat ini masih bertahan di Kantor Desa Leuwi Batu dan tenda-tenda pengungsian yang di sediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Kabupaten Bogor.

Kiki (32), salah seorang warga kampung Cilamur RT 04/01 mengatakan, sudah hampir seminggu tinggal di tempat pengungsian yang di sedikan oleh pemerintah. Ia mengaku sudah tidak betah tinggal di pengungsian, namun untuk kembali ke rumahnya ia masih trauma dengan adanya bencana itu dan terpaksa harus bertahan di pengungsian.

"Sebetulnya sudah tidak betah tinggal di tempat pengungsian, apalagi punya banyak anak balita. Anak saya yang paling kecil umur 8 bulan, saya kasian pada anak saya," ungkapnya, Minggu (25/2/17).

Hal senada diungkapkan Samsudin (45), tinggal di tempat pengungsian seperti ini memang pertama kali ia rasakan, apalagi belum ada informasi kapan mereka bisa kembali ke rumah masing-masing. Ia juga berharap Pemerintah segera mencari titik temu.

"Tinggal seminggu di pengungsian seperti setahun bersama warga yang karena longsor. Apalagi saya sebagai buruh lepas harus memikirkan keluarga saya," ujarnya.

Karena itu, warga korban bencana bergarap kepada pemerintah untuk menyediakan tempat relokasi yang lebih aman.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan logistik pada BPBD Kabupaten Bogor, KM Tb Sumardi, S.Sos, MS.i menegaskan, Pada prinsipnya pemerintah membantu masyarakat, terutama terhadap yang tertimpa bencana. Pemerintah terus melakukan berbagai upaya agar masyarakat yang tertimpa bencana dapat ditangani," tegasnya.

Namun, lanjutnya, untuk relokasi perlu kajian dan penelitian dari beberapa unsur
baik BMKG, Bina Marga serta dinas terkait lainnya.

"Sebelum di cabut status darurat bencana, BPBD, Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan akan siap membantu. Sementara, untuk relokasi, atau pun tindakan lainnya setelah dilakukan kajian dan penelitian lebih lanjut dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya," tegasnya.

Disamping itu, Ia mengingatkan kepada para korban agar tetab bersabar atas kejadian musibah tersebut. "Masyarakat diharap bersabar dan berdo'a ini adalah sebuah ujian," pungkasnya. (Ozos/IB)