Breaking News

Rakernas BNPB Upaya Tingkatkan BPBD yang Tangguh, Teruji dan Profesional

YOGYAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan rapat kerja nasional dengan tema "Wujudkan BPBD yang Tangguh, Teruji dan Profesional dalam Bingkai Kebersamaan' pada 21 – 24 Februari 2017 di Yogyakarta. Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan bahwa rakernas ini memiliki sasaran, yaitu peningkatan kinerja BNPB dan BPBD yang pada akhirnya pelayanan masyarakat dapat dilaksanakan secara maksimal.

"Terlebih dari itu, adalah bagaimana menyelamatkan jutaan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana dimana kejadian bencana cenderung meningkat baik frekuensi dan intensitasnya."

Willem menambahkan bahwa rakernas ini dimaksudkan untuk mengevaluasi capaian kinerja penyelenggaraan penanggulangan bencana tahun 2016. Di samping itu, "Mengidentifikasi kendala, hambatan dan permasalahan di lapangan, agar penanggulangan bencana di tahun 2017 dapat dilaksanakan lebih baik, cepat dan tepat, serta efektif, efisien dan ekonomis," papar Willem pada pembukaan rakernas pada Kamis (23/2) di Yogyakarta.

"Pada 2016, sebanyak 2.384 terjadi di Indonesia dimana 92% adalah bencana hidrometeorologi yang didominasi banjir, longsor dan puting beliung. Kejadian bencana tahun itu meningkat 38% dibandingkan tahun sebelumnya."

Hal tersebut disebabkan antara lain, laju degradasi lingkungan yang jauh lebih cepat daripada pemulihan lingkungan, pembangunan yang kurang memperhatikan aspek kerawanan bencana, dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrim/anomali cuaca serta aspek tata ruang yang belum berbasis kebencanaan.

Dalam rakernas yang dihadiri BPBD provinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia, Willem mengharapkan terwujudnya Komitmen Yogyakarta 2017 dalam konteks pengurangan indeks risiko bencana untuk ketangguhan Indonesia.

Selain itu, BNPB melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan 19 lembaga. Ke-19 lembaga tersebut antara lain kementerian/lembaga, perguruan tinggi, asosiasi, sektor swasta, organisasi keagamaan dan organisasi masyarakat. Hal tersebut sebagai wujud komitmen bersama dalam kolaborasi penanggulangan bencana seperti ucap Kepala BNPB, 'Disaster is everyone's business.' (BNPB/IB)