Kades Gunung Picung Tegaskan Anak Dikutuk Menjadi Batu Oleh Sang Ibu Di Bogor HOAX!! -->

Adsense




Kades Gunung Picung Tegaskan Anak Dikutuk Menjadi Batu Oleh Sang Ibu Di Bogor HOAX!!

87 Online News
Jumat, 10 Februari 2017

BOGOR - Warga Bogor belakangan terakhir dihebohkan dengan kasus anak yang dikutuk ibunya. Anak itu di kutuk jadi batu oleh sang ibu di Gunung Picung, Kabupaten Bogor. Banyak pihak yang bertanya-tanya tentang kebenaran berita tersebut. Sebab, berita anak berubah jadi batu berkembang cepat melalui media sosial Facebook.

Menanggapi adanya berita tersebut, Staff Bidang Sosial Kecamatan Pamijahan, Ridwan mengatakan bahwa berita tersebut adalah berita hoax alias tidak benar adanya. "Itu berita hoax yang ramai di Facebook, tapi kenyataannya tidak ada," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa tidak ada warga Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan yang dikutuk. Bahkan, ia menantang kepada yang tidak percaya untuk datang langsung ke Pamijahan. "Kalau tidak percaya, datang saja langsung ke Pamijahan," ujarnya.

Hal senada di ungkapkan Oman, Kepala Desa Gunung Picung. Ia membantah adanya kejadian tersebut, semenjak isu itu beredar banyak orang yang berdatangan ke desa untuk menanyakan hal tersebut bahkan belum lama ini pihaknya kedatangan rombongan dari Tanjung Priok Jakarta yang datang untuk mencari kebenarannya.

"Sekali lagi saya berpesan, di desa kami (Desa Gunung Picung) tidak ada orang yang di kutuk menjadi batu. Itu hanya berita bohong," tegas Oman.

Dirinya jugamengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan isu yang belum jelas, serta mengabaikan kabar yang selama ini sedang ramai diperbincangkan di masyarakat luas.

Terpisah, Iroh (45) yang merupakan warga Ciampea begitu sangat penasaran dengan adanya kabar tersebut. Bahkan ia rela menyewa angkutan umum (Angkot) untuk membuktikan langsung isu tersebut.

"Gak benar, itu kabar bohong. Saya bersama rombongan datang jauh-jauh dengan menyewa angkot sangat menyesalkan ini. Itu informasi menyesatkan yang disebar oleh orang tidak bertanggung jawab, ini harus segera di klarifikasi," katanya. (Ozos)