Breaking News

Banjir Langganan Kembali Rendam Puluhan Rumah Warga Kota Bogor

KOTA BOGOR - Selain mengakibatkan banjir di SMA Negeri 2 Bogor, dan longsor diwilayah Paledang. Hujan deras yang menguyur wilayah Kota Bogor dan sekitarnya juga menyebabkan kali Ciheuleut kembali meluap, Senin (27/2/17).

Akibat meluapnya kali yang membelah dua wilayah kelurahan, yaitu Kelurahan Tanah Baru dan Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, puluhan rumah warga Kampung Ciheuleut RT 02/06 Kelurahan Cibuluh dan juga wilayah RT 04/11 Kelurahan Tanah baru yang berada di bantaran kali terendam banjir hingga setinggi dada orang dewasa.

Rudi, salah seorang warga KP. Ciheuleut RT02/06 mengatakan, banjir diwilayah tersebut merupakan banjir langganan yang berlangsung selama bertahun-tahun dan tidak pernah ada upaya dari Pemerintah Kota Bogor untuk mencarikan solusi.

"Ini banjir langganan, jangankan hujan deras, hujan rintik saja air sudah meluap menggenangi rumah. Tapi tidak pernah ada solusi dari Pemkot Bogor," ujarnya.

Menurutnya, meluapnya kali tetsebut di perparah dengan adanya pembangunan kawasan perumahan yakni Taman Soka yang membelokan aliran kali ke wilayah pemukiman warga.

"Dulu sering banjir, tapi tidak separah ini. Sejak dibangunnya perumahan taman soka, aliran kali di belokan ke pemukiman warga dan menjadi lebih sempit. Ditambah lagi di hilir atau di perumahan tanah baru juga alirannya makin menyempit," urainya.

Dikatakannya, saat Diani Budiarto masih menjabat sebagai Walikota Bogor, Pemerintah Kota Bogor berjanji akan membuat sodetan di kawasan simpang Pomad atau tepatnya didekat Kawasan Rusunawa.

"Namun, sejak ganti Walikota sampai saat ini rencana tersebut tidak ada realisasinya. Minimal dinas terkait berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Baik kelurahan Cibuluh mau pun Kelurahan Tanah Baru untuk mencarikan solusinya atau melakukan normalisasi. Kami warga siap bergotong royong untuk turun membantu, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak," tegasnya.

Lanjut, seorang bapak yang sedang berusaha mengeringkan air dengan Jet Pump dari dalam rumah ini mengatakan, jika diwilayah ini ketinggian air sudah sudah mencapai pinggang orangbdewasa, bisa dipastikan diwilayah RT 06/09 Kelurahan Tanah Baru ketinggiannya bisa sampai leher orang dewasa.

"Tadi saya telepon ke saudara saya yang tinggal di RT 06/09, benar katanya ketinggian air sudah setinggi leher orang dewasa. Apa lagi nanti, Kampus Akademi Kimia Analis (AKA) rencananya akan memperluas bangunan gedung kebelakang. Bisa dipastikan akan memperparah banjir di wilayah ini," tandasnya.

Pantauan dilokasi, RT 04/11 Kelurahan Tanah Baru, terlihat beberapa warga hanya bisa pasrah dengan banjir langganan ini.

"Saya pasrah saja mas, mau bagaimana lagi. Barang-barang semua sudah terendam, saya hanya sempat menyelamatkan perlengkapan anak sekolah sama buku dan surat-surat penting," ujar Munarsih, wanita paruh baya yang tinggal disalah satu kontrakan diwilayah tersebut. (IB)