TKA Asal China Marak Di Kabupaten Bogor Disnaker Geram -->

Adsense




TKA Asal China Marak Di Kabupaten Bogor Disnaker Geram

87 Online News
Kamis, 12 Januari 2017

KAB.BOGOR - Maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang melakukan pelanggaran terhadap izin kerja di Indonesia dR salah satu PT Huaxing, yang berlokasi di Jalan Narogong KM 20, Cileungsi, Kabupaten Bogor, memicu kegeraman bagi pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor khususnya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

Kepala Dinas Disnaker Kabupaten Bogor, Yous Sudrajat menyebut akibat TKA yang pada Rabu (28/12/2016) lalu itu hasil inspeksi mendadak (Sidak) Menaker yakni Hanif Dhakiri menemukan belasan TKA asal negeri China yang terindikasi melakukan pelanggaran izin kerja lalu dideportasi ke negara asing, membuat pihaknya memperketat pengawasan.

"Awalnya, temuan hasil sidak Menaker itu karena adanya informasi di PT Huaxing yang bergerak di bidang peleburan baja, mereka bekerja tidak sesuai jabatannya. Misalnya teknisi listrik tetapi bekerja menjadi marketing. Ada juga pelanggaran lokasi kerja, misalnya izinnya di Tangerang tapi bekerja di Bogor," tegas Yous ketika ditemui diruang kerjanya.

Maka dari itu, Disnaker Kabupaten Bogor saat ini atas maraknya pelanggaran Ijin Memperjakan Tenaga Asing (IMTA), pihaknga akan memperketat pengawasan terhadap puluhan TKA Asing asal China yang terhitung saat ini berjumlah sekitar 350 TKA untuk di Kabupaten Bogor.

Dalam pengawasannya sendiri, pihaknya mengaku telah menyebar puluhan staf Disnaker berikut dengan tim Penanganan Orang Asing (PORA) yang dibentuk belum lama ini oleh pemerintah Pusat dengan diketuai pihak Kantor keimigrasian wilayah Bogor.

"Tim PORA itu dibentuk atas dasar banyaknya TKA asing yang melakukan pelanggaran izin kerja di indonesia. Dan oleh sebab itu, kami akan bersinergi oleh pihak manapun untuk mengawasai dan memantau pelanggaran TKA di wilayah Bumi Tegar Beriman ini khususnya," ucap Yous yang juga mantan kepala BPBD Kabupaten Bogor.

Menurutnya, sesuai dengan Pelanggaran IMTA UU nomor 13 tahun 2003 pasal 42 ayat (1) jo Permenaker No. 16/Men/2015 pasal 61 ayat (1) dan (2). Dan Permenaker nomor16/Men/2015 pasal 61 Ayat (1) dimana pemberi kerja TKA yang mempekerjakan TKA tidak sesuai dengan IMTA maka dilakukan pencabutan IMTA.

"Selain itu di ayat (2) huruf a
Pencabutan IMTA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh direktur untuk IMTA yang lokasi kerja TKA lebih dari satu wilayah Provinsi," tegasnya.

Sementara itu, ketua umum Pengembangan Aspirasi Rakyat (PAR) Khotman Idris mengungkapkan siap bersinergi dengan pihak pemkab Bogor dalam mengawasi TKA asal China tersebut yang terindikasi melakukan pelanggaran ijin kerja. Dimana, pihaknya pun berjanji akan menyebar puluhan anggotanya guna memantau TKA yang bekerja di Kabupaten Bogor ini.

"Saya tegaskan kami siap bersinergi dengan Disnaker Kabupaten Bogor untuk mengawasi ratusan TKA asal China itu agar tidak melakukan pelanggaran yang sama seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Cileungsi beberapa waktu lalu," imbubnya.

Sebenarnya, sambung Khotman, pengawasan ini dilakukan oleh pihak Imigrasi wilayah Bogor yang bekerja sama dengan dinas terkait.

"Tapi saya meminta, agar kinerja kantor Imigrasi Bogor bisa lebih dimaksimalkan dalam mengawasi serta menindak imigran yang telah menyalahi aturan dalam visa peruntukkannya berkunjung ke Indonesia, karena menyangkut perihal deportasi ke 18 TKA asal China hasil Sidak yang dilakukan Menaker RI belum lama ini. Hal itu sangat menunjukkan lemahnya pengawasan pihak imigrasi Bogor dalam pengawasan TKA di Indonesia," tukasnya. (Sah/Zos)