Tiga Bandar Narkoba Diringkus Polisi, Satu Daintaranya Diterjang Peluru -->

Adsense




Tiga Bandar Narkoba Diringkus Polisi, Satu Daintaranya Diterjang Peluru

87 Online News
Selasa, 17 Januari 2017

KAB.BOGOR - Unit Reskrim Polsek Parung Panjang meringkus tiga kawanan bandar narkoba jenis sabu yang beroperasi di wilayah Bogor Barat. Salah satu pelaku ditembak karena mencoba melawan petugas.

Kapolsek Parungpanjang menuturkan, ketiga bandar sabu tersebut diringkus oleh tim serse di bawah komando Kanit Reskrim Polsek Parung Panjang, AKP A. Budi Santoso pada hari Senin (16/1) sekira pukul 19.00 WIB, di SPBU Cikabon, Desa Cibunar, Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor.

Ketiga pelaku memang sudah diintai dan menjadi target operasi sejak beberapa hari lalu. Ketiga bandar narkoba tersebut yaitu, Sumantri (39), Arnold Asfriady (23) dan Budi sugiharto (27). "Dari hasil catatan kepolisian, salah satu diantaranya merupakan residivis yang pernah masuk LP Cipinang dengan kasus yang sama," tutur Kapolsek Parung Panjang, Kompol Lusi Saptaningsih, kepada wartawan, Selasa (17/01).

Selain meringkus ketiga pelaku, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 5 buah telepon genggam, 1 bungkus plastik kecil berisi narkotika jenis sabu, 1 buah cangklong kaca, 1 cup teh gelas yang diduga untuk alat hisap (bong) serta uang tunai sebesar Rp15 juta rupiah yang diduga dari hasil penjualan.

"Saat ketiga tersangka dibawa untuk menunjukan lokasi penyimpanan narkoba, salah satu tersangka berinisial BS memberontak dan berusaha untuk melarikan diri. Kemudian ditangkap terjadi perlawanan dan tanpa sengaja polisi meletukan senjata yang mengenai leher tersangka,"ungkapnya.

Tersangka yang terluka langsung dilarikan ke RS Kodar untuk mendapat perawatan. "Menurut diagnosa dokter IGD RS Qodar Serpong Tangerang Selatan Banten, kondisi tersangka  tidak menghawatirkan dan akan dirujuk ke RS Polri Kramat Jatibuntuk perawatan intensif,"tambahnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 112 ayat 1 dan 114 ayat 1 atau Pasal 111 ayat 1, Undang Undang Nomor 35, Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman di atas tujuh tahun kurungan penjara. (Ozos)