Tak Mampu Bayar Biaya Rumah Sakit Rp. 17 Juta, Jenaza Bayi Tertahan Di RSUD Ciawi -->

Adsense




Tak Mampu Bayar Biaya Rumah Sakit Rp. 17 Juta, Jenaza Bayi Tertahan Di RSUD Ciawi

87 Online News
Selasa, 03 Januari 2017

KAB.BOGOR-Semenjak dinyatatakan meninggal pada pukul 19:45 wib, bayi dari pasangan dari Yuli Rita Sari dan Samsudin warga Kampung Lengkong, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor sempat tertahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi karena orang tua pasien tidak mampu membayar biaya tagihan dari rumah sakit sebesar Rp. 17 juta.


Bayi tersebur dilahirkan di rumah sakit yang sama pada  Hari Jum'at Tanggal 23 Desember 2016 dengan kondisi normal. Bayi berjenis kelamin laki-laki ini memiliki berat badan 26 kilogram dengan panjang 45 centimeter sekitar pukul 21:55 wib yang ditangani oleh Bidan Ussy.


Menurut keterangan dari Kader Kesehatan, Desa Wates Jaya Titin Suhaeni Bahwa bayi tersebut sejak lahir tidak bergerak dan tidak bersuara serta kondisi sesak napas yang akhirnya mendapat perawatan di ruan Cempaka Kelas 3.


"Setelah dinyatakan meninggal pada pukul 19:45 wib Jenaza bayi tidak bisa di bawah pulang karena harus orang tua bayi harus melunasi tagihan rumah sakit sebesar Rp.17 juta ," kata Titin


Ketika hal ini disampaikan kepada Dirut RSUD Ciawi drg.Hesty Suwandi membenarkan adanya jenaza bayi yang tertahan di kamar jenaza RSUD Ciawi. Akan tetapi kata Hesty pasien tersebut masuk rumah sakit dengan data pasien umum dan pasien tersebut diberikan kesempatan untuk mengurus Surat Keterangan Miskin (SKTM) agar mendapat keringanan, namun hingga bayi dinyatakan meninggal administrasi tersebut belum diseselaikan hingga tangihan dari sistim mencapai Rp. 17 juta rupiah.


"Kami tidak menahan jenazah bayi tersebut akan tetapi orang tua bayi untuk menyelasikan admistrasi. Kami bisa memberikan diskon tapi tidak bisa full gratis karena tagihan sudah masuk sistim,"kata Dirut saat di hubungi Bidik Nusantara melalui selulernya, Senin (02/10).


Lebih lanjut Hesty mengatakan bahwa pasien atau jenazah bayi bisa di bawa pulang oleh keluarga dengan catatan keluarga bayi menandatangani kesepakatan dengan pihak rumah sakit sistim pembayaran entah dengan menyicil atau caranya seperti apa.


"Untuk jenazah silakan di bawa pulang, kami dari pihak rumah sakit akan memberikan diskon dari biaya yang tertera, namun pihak keluarga bayi tersebut memberikan komitmen tentang sistim pembayaran yang akan di lakukan oleh keluarga pasien yang menjadi kewajiban,"jelas Hesty.


Hingga sekitar pukul 16:00 wib jenaza pasien diserahkan oleh petugas kamar mayat RSUD Ciawi kepada kakeknya yang didampingin oleh Ujang Kauman dan Adi Prabowo dari Aliansi Masyarakat Penyelmat Bogor (AMPB) di bawah pulang ke rumah duka menggunakan ambulan milik RSUD Ciawi.


Hal ini juga berkat komunikasi yang dilakukan oleh Bidik Nusantara bersama organ AMPB dengan Dirut RSUD Ciawi yang memberikan kelonggaran kepada keluarga pasien.


Menurut Adi Prabowo yang mengatar jenaza bayi tersebut hingga ke rumah duka yang berada di Desa Wates Jaya bahwa kondisi rumah orang tua pasien sangat memprihatinkan yang menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).



"Suami atau bapak dari bayi belum pulang ke rumah karena sedang mencari pinjaman untuk menebus anaknya, jenaza bayi diterima oleh ibunda bayi berikut keluarga besar bayi," tutur Adi. (Sumburi/Hendra)