Pihak RSUD Ciawi Jelaskan Kronologis Kondisi Pasien Nyoya Yuli Rita Sari Saat Menjalani Perawatan NICU -->

Adsense




Pihak RSUD Ciawi Jelaskan Kronologis Kondisi Pasien Nyoya Yuli Rita Sari Saat Menjalani Perawatan NICU

87 Online News
Rabu, 04 Januari 2017

www.bidiknusantara.com
Wadir RSUD Ciawi Didampingin para Staffnya saat memberikan tanggapan terkait data pasien (03/01)

KAB.BOGOR-Pihak RSUD Ciawi membetikan klarifikasi terkait kasus yang menimpa seorang Ibu Nyonya Yuli Rita Sari warga Jawa Tengah yang bersuamikan Samaudin Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, dalam proses persalinan ini (23/12/2016) bayi terlahir secara normal yang akhirnya meninggal pada tanggal 01 Januari 2017 dan sempat tertahan di kamar jenazah karena kedua orang tua bayi belum menyelesaikan proses administrasi pembayaran kepada rumah sakit.


Menurut pihak RSUD Ciawi, pasien datang pada tanggal 23/12/2016, rujukan dari PKM UPT Cigombong. Lahir di ruang bersalin RSUD Ciawi. Ibu dan pasien mendaftarkan diri sebagai pasien umum (bukti ada di bagian administrasi). 


"Sesuai dengan kebijakan RS tentang tidak adanya permintaan uang muka kepada pasien, maka pasien ditangani dan dirawat tanpa deposit (uang muka), karena kondisi bayi yang lahir kurang baik dan perlu untuk perawatan intensif segera, Kata Wakil Direktur RSUD Ciawi, Eulis Wulantari di dampingin staff nya saat memberikan keterangan kepada wartawan serta perwakilan dari LSM Formacip, Adi Prabowo di ruang rapat RSUD Ciawi, Selasa (03/01).


Menurutnya, kondisi bayi lahir kurang oksigen sehingga perlu masuk ke ruang perawatan NICU. Pihak keluarga (ibu pasien) sudah diinformasikan perihal biaya berjalan setiap harinya dan sudah diberikan alternatif untuk penyelesaian biaya perawatan. 


"Namun KK dan KTP dari Jawa Tengah sehingga tidak ada pengurusan untuk BPJS/Dinsos, dan pihak keluarga meminta agar bayi bisa dibawa pulang atas permintaan keluarga, tetapi tidak ada permohonan secara terlulis dari keluarga. Pihak RSUD Ciawi telah menangani pasien, bayi Ny. YRS, sesuai dengan Standar Pelayanan yang sesuai,"urainya.


Dijelaskannya, semua tindakan yang dilakukan terhadap pasien selalu diinformasikan kepada pihak orangtua dan keluarga serta tercatat dalam bentuk persetujuan pasien/keluarga dan ditandatangani oleh orangtua pasien. 


www.bidiknusantara.com
Bidik Nusantara, Wira Desa dan LSM Formacip saat mendengarkan pemaparan dari pihak RSUD Ciawi

"Kondisi bayi mengalami perburukan. Setelah perawatan selama 9 hari di ruang NICU bayi meninggal tanggal 1 Januari 2017 pukul 19.45. Pihak adiministrasi RSUD telah memberikan izin jenazah pasien pulang karena peraturan RS bahwa untuk pasien meninggal disegerakan pulang dengan administrasi menyusul melalui proses penandatanganan kesepakatan penyelesaian administrasi sebagai bukti pertanggungjawaban administrasi. 


Sedangkan petugas administrasi tidak dapat menghubungi orangtua/keluarga pasien, sehingga jenazah tidak dapat diserahterimakan. Pasien baru dijemput oleh ibu pasien keesokan harinya kurang lebih pukul 5 sore dan diantar ke rumah pasien dengan ambulans RSUD Ciawi,"pungkasnya.

Reporter: Sumburi/Ibrahim