Penghuni Rutilahu Di Cigudeg Harapkan Perhatian Pemkab Bogor -->

Adsense




Penghuni Rutilahu Di Cigudeg Harapkan Perhatian Pemkab Bogor

87 Online News
Minggu, 01 Januari 2017

KABUPATEN BOGOR - Kecamatan Rumpin, merupakan salah satu wilayah penyumbang PAD terbesar diwilayah barat Kabupaten Bogor melalui sektor pertambangan dan pertanian. Namun hal tersebut tidak sebanding dengan kondisi infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat setempat, mulai dari beberapa ruas jalan yang rusak hingga masih banyaknya masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH).

Salah satunya, Jubaedah (65) warga Kampung Binong RT 04/05, Desa Tegal Lega, Kecamatan Cigudeg selama bertahun-tahun harus bertahan tinggal di sebuah gubug yang berukuran 5x6, berdinding bilik bambu yang mulai rapuh bahkan jika turun hujan tak luput dari kebocoran.

"Emak tinggal sama anak dan cucu, sayang kalau tidak isi meski kaya begini rumahnya," ujar Jubaedah saat ditemui Wartawan, Jumat (30/12/16).

Menurutnya, meski rumah tidak layak huni (RTLH ) yang dia tempati sudah sering ditinjau untuk bahan pengajuan program rehab RTLH, namun hingga saat ini belum ada kepastian baik dari pemerintah Kabupaten Bogor atau pun pihak pemerintah desa. "Sudah ada yang ngontrol kesini, bahkan di foto, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi," ungkapnya.

Saat di konfirmasi terkait hal itu, Kepala Desa Tegal Lega, H. Syamsu tidak ada di Kantor Desa. "Pak Kadesnya lagi dirumah," kata salah satu staf desa.

Namun, ketika wartawan hendak menemui di kediamanya sempat mendapatkan kata-kata kurang bersahabat dari istri kepala desa tersebut. "Kamu wartawan ya, bapaknya gak ada lagi keluar," ujarnya dengan nada ketus.

Sementara, saat sihubungi melalui telepon, kepala desa tidak memberikan keterangan secara rinci jumlah RTLH di wilayahnya, baik yang sudah di rehab atau pun yang belum di rehab pada program RTLH tahun 2016 ini. Dirinya hanya mengatakan bahwa rumah tersebut sudah diajukan pada tahun anggaran 2017, mendatang.

"Memang ada hubungan apa dengan Rutilahu?. Rumah yang tidak layak huni atas nama Jubaedah dan Khotib itu sudah masuk anggaran tahun 2017," singkatnya saat sihubungi melalui telepon selulernya. (Zos)