Nihil Petugas Lalin, Simpang Ciawi Macet Dan Semrawut -->

Adsense




Nihil Petugas Lalin, Simpang Ciawi Macet Dan Semrawut

87 Online News
Jumat, 27 Januari 2017

BOGOR - Kemacetan panjang terjadi di simpang Ciawi menuju Sukabumi, tepatnya di sekitar pasar Ciawi, Jumat (27/1/17) sekira pukul 17.30 WIB. Bunyi klakson membengingkan telinga, para pengendara tidak mau mengalah, rawan akan terpancing emosi.

SM, salah seorang warga Cibinong yang hendak menuju Sukabumi mengatakan, Kemacetan dipicu oleh para sopir angkutan umum yang menunggu penumpang disembarang tempat. Ironisnya, tidak terlihat satu pun petugas yang mengatur lalu lintas baik dari kepolisian mau pun DLLAJ (Dinas Perhubungan).

"Lampu merah Ciawi arah Sukabumi macet total, hal ini akibat angkutan umum menunggu dan menaikan penupang dipertigaan. Tidak ada petugas yang mengatur lalin, baik pihak kepolisian dan dinas perhubungan,"ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi di ruas jalan yang menuju Gadog, tepatnya tidak jauh dari Mapolsek Ciawi, Resor Bogor. Kawasan tersebut kerap kali dijadikan terminal bayangan oleh para pengemudi angkutan umum trayek 02 jurusan Bogor - Cisaru dan Jurusan Bogor - Cibedug.

"Ini terjadi setiap hari, setiap waktu terlebih menjelang akhir pekan Simpang Ciawi selalu semrawut macet panjang dikarenakan banyaknya angkutan umum yang ngetem semaunya,"jelas Farhan salah seorang warga Pasir Muncang kepada 87OnlineNews.

Tidak hanya itu, lanjutnya, kemacetan juga sering terjadi di tikungan arah gerbang TOL yang diakibatkan oleh angkutan umum ber pelat hitam (Omprengan) dan bus yang menunggu penumpang dilokasi itu. "Apalagi taxi yang mangkal di dekat patung macan, jalan itu sudah di buat seperti pangkalannya sendiri,"ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, Farham merasa heran karena tidak adanya petugas yang mengatur lalu lintas, baik dari kepolisian mau pun petugas dari Dinas Perhubungan, terutama pada sore hari menjelang malam. "Heran, padahal dekat kantor polisi sama pos polantas. Gak ada satu pun yang ngatur, tapi kalau lagi razia mereka pada rajin," cetus Farhan yang mengaku hampir setiap sore selalu terjebak kemacetan. (MT/IB)