Miris, Nenek Tua Ini Tinggal Di Gubuk Bersama 9 Orang Keluarganya -->

Adsense




Miris, Nenek Tua Ini Tinggal Di Gubuk Bersama 9 Orang Keluarganya

87 Online News
Senin, 16 Januari 2017

KAB.BOGOR - Bicara ketimpangan sosial dan keterbatasan hidup masyarakat di wilayah perbatasan Bumi Tegar Beriman, bagaikan menyaksikan drama yang terus menerus bersambung dan menguras air mata kesedihan. Salah satunya diwilayah kecamatan Rumpin, Kecamatan di ujung Kabupaten Bogor yang terkenal kaya akan sumber daya alam dan penyumbang PAD terbesar dari sektor pertambangan galian C, masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Salah satu diantaranya, Asmini (55) warga Kp Ciguha RT 004/RW 001, Desa Rabak Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Bertahun-rahun, Nenek ini harus bertahan hidup bersama suami yang berpenghasilan pas - pasan dan 8 anggota keluarganya di gubuk reot berukuran 6x5 berdinding dari papan yang sudah mulai rapuh dan sebagian hanya tertutup terlpal.

"Sudah puluhan tahun saya tinggal disini sama suami, dua anak, satu menantu dan 5 cucu saya. Suami saya sehari-hari bekerja seadanya terkadang jualan daun singkong keliling kampung di sekitar Desa Rabak,"ungkap Asmini kepada Wira Desa, Senin, (16/1/17).

Kendati demikian, dirinya mengaku pasrah dan bersabar menunggu bantuan program RTLH yang di gelontorkan pemerintah yang hingga saat ini tak kunjung ada kejelasan. "Ya mau giman lagi, segini adanya rumah saya, apalagi saya harus tinggal 5 cucu dan satu anak yang bujang, saya sudah pasrah meski ada program bantuan RTLH dari pemerintah sampai sekarang belum juga ada kejelasan," ujarnya.

Ma'rup Sumita (25), salah seorang tetangga membenarkan hal itu, memurutnya, Asmini memang tinggal bersama seorang menantu, 5 Cucunya dan putranya. "Kondisi rumah Asmini yang terbuat dari bilik bambu dan sudah banyak bolong-bolong, serta genting yang sudah bocor disana sini  memang sangat memprihatinkan, terlebih saat turun hujan,"jelas Suminta.

Saat di konfirmasi Kepala Desa Rabak, Suherman mengatakan, bahwa RTLH masih menjadi pekerjaan rumah di desa yang dipimpinnya. Pada tahun 2017 ini masih ada sekitar 100 RTLH diwilayahnya yang belum terealisasi. "Anggaran tahun 2016, baru dapat 30 unit bantuan (RTLH), untuk tahun 2017 masih ada sekitar kurang lebih seratus unit yang sudah masuk data base," singkatnya. (Ozos)