Jelang Pilkada Serentak, DPR Tegaskan Masyarakat Waspada Berita Hoax -->

Adsense




Jelang Pilkada Serentak, DPR Tegaskan Masyarakat Waspada Berita Hoax

87 Online News
Kamis, 19 Januari 2017

JAKARTA - Kebhinekaan bangsa Indonesia merupakan aset bangsa yang wajib dijaga, dikawal agar bangsa ini jangan sampai dipecah belah dengan berbagai informasi yang tidak benar atau hoax. Mengingat, bahwa prinsip-prinsip kebhinekaan dan Pancasila selama ini telah mampu mempertahankan dan menjaga NKRI dengan baik. Maka dari itu, kewaspadaan seluruh komponen anak bangsa sangat diperlukan.

Sebab itu, semua pihak diminta agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab yang bisa memecah belah bangsa. Karena apapun alasannya, NKRI lahir dari keberbedaan baik itu suku, bahasa, agama dan ras.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi bertema "Kawal Kebhinekaan Jelang Pilkada, Waspada Berita Hoax", diselenggarakan oleh Koordinator Wartawan Parlemen, Doni Cs, yang dimoderatori oleh Dimas Riandy di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/1/2017).

"Menjelang Pilkada serentak yang diselenggarakan di 101 wilayah se Indonesia itu, measyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan berita yang tidak benar alias hoax, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dan gesekan di publik. Masyarakat diminta menjaga dan merawat nilai-nilai kebhinekaan agar masyarakat bangsa ini tidak terpecah belah," tegas Sekretaris Fraksi PAN, Yandri Susanto.

Menurutnya, kontrol diri sendiri dalam menyaring berita hoax sangatlah diperlukan. Sebaliknya, pihak kepolisian tidak gegabah dalam memproses berita hoax dengan menggunakan UU ITE, pasalnya akan menyebabkan penjara penuh. Sesuai UU ITE penyebar berita hoax akan dihukum 6 tahun dengan denda Rp1 miliar.

Untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan karena hoax, semua pihak diminta untuk menjaga nilai-nilai kebinekaan dan keberagaman antarmasyarakat. "Kita jangan terprovokasi dengan adanya berita-berita hoax, justru yang perlu kita kuatkan adalah nilai kebhinekaan dan pancasila," imbau politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Riyandi mengakui bahwa berita hoax sulit dihindari, namun anggota Komisi II DPR ini juga mengharapkan agar masyarakat tidak memancing kekisruhan dengan menyebarkan berita-berita tidak benar.

"Kita tidak bisa menghindari, tapi jangan ikut memanasi berita hoax. Bangsa ini bangsa besar keberagamana kita pertahankan. Jangan karena hoax kita amburadul dan keberagaman jadi rusak," imbaunya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR Arwani Thomafi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) mengharapkan agar masyarakat bisa menjaga nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan agar tidak terjadi perpecahan karena hoax. "Berita tidak benar (hoax) itu hanya merusak nilai-nilai kebinekaan dan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat," ungkap Arwani.

Dia mengakui, dengan perkembangan teknologi yang begitu kuat sulit sekali membendung efek negatif dari hoax. "Apa kita mau diadu domba dan pecah hanya karena hoax?" tanyanya.

Pandangan yang sama juga disampaikan oleh pengamat politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago. Dia berpendapat, bahwa berita bohong atau hoax dapat merusak tatanan kerukunan dan merusak citra bangsa. "Hoax itu bisa menjadikan orang seperti malaikat, tapi juga setan atau jin," cetus Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu. (AMT)