Bupati Bogor Diharapkan Untuk Menghapus Biaya Terhutang Pasien Di RSUD Ciawi -->

Adsense




Bupati Bogor Diharapkan Untuk Menghapus Biaya Terhutang Pasien Di RSUD Ciawi

87 Online News
Rabu, 04 Januari 2017

KAB.BOGOR-Terkait data kependudukan yang dimilikin oleh pasangan Yuli Rita Sari dan Samsudin yang bayinya meninggal setelah 9 hari setelah menjalani perawatan usai persalinan di RSUD Ciawi merupakan pasangan baru menikah belum memisahkan Kartu Keluarga (KK) sehingga kesulitan untuk mengurus SKTM ataupun BPJS diwilayahnya. 


Pasangan ini memang masih memiliki Data Kartu Keluarga yang tergabung dalam induk kartu keluarga orang tua masing-masing seperti sang Istri Yuli Rita Sari masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jawa Tengah sedangkan Samsudin pun demikian masih menggunakan KTP yang menginduk kepada KK orang tua akan tetapio sang suami merupakan warga asli Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Hal ini diungkapkan Adi Prabowo saat menjelaskan terlkait data penduduk yang digunakan oleh pasangan Yuli Rita Sari dengan Samsudin yang menjadi permasalahan kedua pasangan ini sulit mengurus Surat Keteranganh Tidak Mampu (SKTM) dari wilayah setempat sesuai domisilihnya.


Menurut Adi, melihat kondisi keluarga tersebut dimana dalam satu rumah di huni oleh 3 Kepala Keluarga dan penghasilan Samsudin sebagai buruh sayur akan sangat kesulitan mendapatkan seluruh total biaya puluhan juta rupiah yang harus di bayarkan kepada pihak rumah sakit.


"Salah satu opsi terbaik yang harus ditempuh oleh pihak keluarga pasien adalah dengan menggunakan SKTM atau dengan BPJS untuk meringankan beban piutang yang sudah terakumulasi dari seluruh biaya yang sudah di keluarkan oleh pihak rumah sakit,"kata Adi.


Melihat kondisi ekonomi orang tua bayi, Adi Prabowo meminta Bupari Bogor, Hj Nurhayanty untuk menangani masalah ini agar tagihan yang terhutang di rumah sakit dapat dihilangkan sehingga kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan. "Satu-satunya cara adalah melalui diskresi dimana bupati menghilangkan biaya terhutang pasien,"imbuhnya.


Sementara ittu, pihak RSUD Ciawi menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa menghilangkan seluruh tagihan yang dibebankan kepada pasien karena sudah masuk dalam sistem dan ini menjadi acuan pemeriksaan Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 


"Kami juga tidak bisa menghilangkan piutang yang sudah terdata disistem karena  mempertanggung jawabkan dihadapan Inspektorat dan BPK jika tagihan tersebut ilang dari sistim terkecuali pihak keluarga pasien memberikan jaminan atau surat pernyataan bagaimana sistim pembayaran yang akan dilakukan oleh keluarga pasien entah dengan cara menyicil dan sebagainya. Yang terpenting bagi kami ada bukti ketidak mampuan pasien bahwa tidak bisa melunasi pembayaran tagihan rumah sakit yang bergunba bagi kami jika dilakukan pemeriksaan dari BPK maupun Inspektorat mengingat RSUD ini merupakan milik pemerintah daerah."urai Wadir RSUD Ciawi. 


Lebih lanjut Wadir menjelaskan bahwa pihaknya sudah memberikan pelayanan terbaik bagi pasien dari mulai masuk menjalani persalinan hingga mengetahui kondisi bayi terus memburuk dan harus melakukan perawatan intensif di NICU tidak menerima uang muka dari pasien. 


"Intinya dari awal hingga akhir penangan pasien sudah dilakukan sesuai prosedur sesuai pelayanan rumah sakit pemerintah daerah, bayi dilakukan perawatan lebih lanjut karena kondisi bayi terus memburuk dimana menurut dokter yang menangani kondisi bayi menelan fases dan kekurangan oksigen. Pada saat itu kami berusaha melakukan yang terbaik melakukan pertolongan terhadap bati hingga dinyatakan meninggal pada pukul 19:45 wib,"jelasnya.


Setelah bayi dinyatakan meninggal, orang tua bayi tidak ada komunikasi dengan pihak administrasi mengenai pembayaran hingga jenazah bati di bawa ke ruang jenazah. 


"Bahkan kami juga berharap pihak keluarga bayi menghubungi petugas saat itu untuk mengetahui apa kendala yang dialami termasuk mengenai penyelesaian administrasi dan jasat bayi bisa di bawa pulang oleh orang tuanya. Kami juga kaget dengan tiba-tiba muncul berita mengenai jasat bayi ditahan oleh rumah sakit karena belum membayar tagihan padahal jaenazah saat itu sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh keluarga,"ucapnya.

Reporter: Sumburi/Hendra