Ada Wahana Air Terjun Di Tengah Jalan Raya Bogor - Sukabumi -->

Adsense




Ada Wahana Air Terjun Di Tengah Jalan Raya Bogor - Sukabumi

87 Online News
Senin, 23 Januari 2017

KAB.BOGOR - Talang air di Jalan Mayjend HE Sukma, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor Jawa Barat yang jebol sejak bulan Juli 2016 lalu hingga saat ini belum ada penanganan baik dari pemetintah Provinsi mau pun Pemerintah Kabupaten Bogor.

Akibatnya setiap turun hujan, air mengucur deras ke tengah jalan raya yang menjadi lintasan utama bagi pengendara menuju Sukabumi dan sebaliknya sehingga membuat kemacetan yang cukup parah di jalur tersebut karena banyak kendaraan yang tak berani melintasi kucuran air deras bak air terjun ini.

Lukman Hakim salah seorang warga kecamatan Caringin mengatakan, luapan air dari talang ini benar-benar menghalangi kendaraan yang akan melintas. Setiap turun hujan, talang ini tak ubah seperti wisata air terjun. "Setiap hujan lebat, ada curug dadakan. Tidak usah beli tiket,"ujarnya dengan nada kesal.

Hal senada di ungkapkan Noersobah salah satu warga Cipayung, Kecamatan Mega Mendung. Menurutnya, selain air yang turun dari talang, juga banyak bebatuan yang jatuh bahkan membuat kaca mobil miliknya pecah akibat tertimpah batu dari talang tersebut.

"Kaca mobil saya pecah gara-gara melewati aliran air tersebut, dikira sopir yg ngalir cuma air. Ternyata air mengalir menghanyutkan batu. Dan, braaaak kaca pecah,"ungkapnya kepada redaksi melalui keterangan tertulis, Senin ( 23/1/17).

Sementara, Wawan salah seorang warga desa Teluk Pinang mengatakan, dugaan sementara luapan air dari talang yang jebol akibat tumpukan sampah di aliran air. "Kami selaku masyarakat setempat perihatin dengan keadaan talang ini, karna hampir tiap hujan deras pasti air tumpah ruah kejalan yang mengakibatkan arus lalu lintas macet total," ungkapnya.

Karena itu, masyarakat berharap kepada pihak terkait untuk segera memperbaikin saluran air tersebut. Sebab kata dia, dengan kodisi seperti itu dikhawatirkan akan membahayakan para pengendara baik roda dua maupun roda empat.

"Mudah-mudahan pemerintah segera turun tanggan memperbaiki saluran ini. Soalnya meskipun air meluber dari atas banyak pengendara nekat melewati sekalipun beresiko besar terhadap keselamatan nyawa mereka," tandasnya. (IB)