Tumpukan Sampah Di Tepi Jalan Kabupaten Bogor Timbulkan Bau Tak Sedap -->

Adsense




Tumpukan Sampah Di Tepi Jalan Kabupaten Bogor Timbulkan Bau Tak Sedap

87 Online News
Kamis, 08 Desember 2016

KAB.BOGOR - Sampah masih menjadi persoalan klasik dari setiap daerah. Minimnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat ditambah lagi dengan minimnya dukungan fasilitas publik untuk membuang sampah menjadi salah satu faktor penyebab masyarakat membuang sampah di sembarang tempat. Seperti yang terlihat di sepanjang Jalan Raya Lapan Cicangkal, tepatnya di Kampung Cikoleang RT 002, RW 006, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Hampir di sepanjang ruas jalan utama dari kecamatan Rumpin menuju Tanggerang tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah oleh segelintir masyarakat yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan sampah berserakan dan menimbulkan bau yang tak sedap. Ironisnya, sampah yang berserakan tersebut bukan hanya dari warga desa setempat.

"Sampah yang berserakan disepanjang ruas jalan tersebut bukan hanya dari warga sekitar, tapi juga dari warga luar yang melintas dengan seenaknya membuang sampah di jalan raya,"ungkap Junaedi, salah seorang warga Kampung Cikoleang, kepada Wartawan, Kamis (08/12/2016).

Junaedi mengatakan, dengan kondisi ini, jelas sangat mengganggu kenyamanan baik para pengguna jalan bahkan bagi warga sekitar. Karena itu dirinya meminta pemerintah Kabupaten Bogor melalui dinas kebersihan untuk mencarikan solusi serta mengangkut tumpukan sampah tersebut. "Sangat mengganggu, dengan aroma bau busuk. Saya berharap dinas terkait juga lebih memperhatikan, apalagi ruas jalan tersebut merupakan gerbang utama menuju Kabupaten Bogor dari arah Tanggerang,"ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa (Kades) Sukamulya, H Suganda. Ia mengaku bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada dinas kebersihan dan pertamanan Kabupaten Bogor. Namun sampai saat ini masih belum mendapat tanggapan.

"Itu yang buang sampah bukan warga desa saya, tapi warga di luar desa Sukamulya. Biasanya mereka buangnya sekitar jam 3 pagi. Jadi tidak ke kontrol oleh warga, saya juga sudah mengajukan ke dinas terkait tapi tidak ada tanggapanya,"tandasnya. (Mulya Diva)