Sistem One Way Jalur Puncak Tidak Efektif Dan Sengsarakan Warga Setempat -->

Adsense




Sistem One Way Jalur Puncak Tidak Efektif Dan Sengsarakan Warga Setempat

87 Online News
Senin, 12 Desember 2016

BOGOR - Pemeberlakuan jalur satu arah atau yang lebih dikenal One Way oleh Kepolisian guna mengurangi penumpukan kendaraan yang melintasi jalur Puncak menuju Cianjur maupun sebaliknya dinilai tidak efektif dan justru menambah persoalan baru bagi warga sekitar. 

Dengan diberlakukan sistem One Way,  jalur alternatif pun mengalami kepadatan kendaraan seperti yang terlihat di Jalan Gadong-Pasir Angin yang tidak jauh dari simpang Gadong yang dipadati oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat, saat itu pihak kepolisian sedang melakukan sistim satu arah yang dari arah Cianjur menuju pertigaan Gadog yang bertujuan untuk mengurangi kepadatan arus lalulintas di Jalan Raya Puncak. Minggu (11/12) sekitar pukul 18:03 WIB.

Muksin, salah seorang warga sekitar mengatakan, kondisi ini sangat memilukan sekaligus menyakitkan bagi mereka yang tidak memiliki tempat lagi bagi mereka untuk melaksanakan aktivitas karena seluruh jalan yang ada sudah dipenuhi oleh wisatawan dari berbagai daerah terutama Jakarta.

"Memilukan dan menyakitkan pengguna jalan, khususnya masyarakat sekitar karena hampir setiap minggu ketika diberlakukan One Way demi memanjakan penikmat wisata jalur Puncak namun efek One Way pengguna Jalan Raya Gadog-Pasir Angin macet total, lalu dimanakan pak Polisi terhormat...?."ucap Muksin salah satu warga setempat.

Sementara, sekitar Warung Kaleng pada pukul 18:52 WIB walau diberlakukan satu arah dari arah Cianjur menuju Gadog terlihat padat, begitupun dengan kondisi wilayah tanjakan selarong pada pukul 19:07 WIB. One Way arah Jakarta terliaht padat merayap.

Lain halnya yang dikatakan oleh Sunyoto bahwa diwilayah Citeko saat diberlakukan One Way mobil tidak bisa keluar dari gang Ibu Cirebon yang mengakibatkan antrian kendaraan mencapai 2 KM. "Padahal sudah ada jalan alternatif menuju Cibeureum. Tetapi jika ada yang mengarahkan mobil menuju Cibeureum pak Hansip marah karena pendapatan berkurang, ya jadi macet panjang tiap minggu di Citeko," ucap Sunyoto menirukan perkataan petugas lalin dilokasi tersebut.

Lanjut, Sunyoto mengatakan bahwa ketika libur panjang, tingkat kungjungan untuk wilayah Puncak sangat menigkat tajam. "Pemkab Bogor tidak siap memanage kondisi ini, padahal sudah berlangsung lama. Masalah ini harus di dorong dari bawah oleh masyarakat puncak,"tegasnya.

Kondisi ini mendapat reaksi dari berbagai tokoh masyarakat, aktivis dan LSMyang berada diwilayah ini, seperti Azet Bazuni yang mengatakan bahwa ini merupkan potret kebijakan yang tidak menyentuh hati dan perasaan rakyat Puncak, diapun mengajak warga Puncak untuk menyuarakan ke publik agar pemangku kebijakan melek terhadap kondisi yang dialami warga puncak.

Menurutnya, kemacetan ini bukan hanya peda hari libur saja, melainkan hampir setiap hari terutama pada sore hari mulai darib simpang Pasir Muncang, Megamendung, Simpang Gadog hingga Pasar Cisarua seolah tidak ada pihak kepolisian di wilayah ini.

"Bappeda bagaimana merencanakan pembangunan di wilayah selatan sementara masalah kemacetan pariwisataan dan wisatawan tidak dibarengin dengan pembangunan infrastruktur yang mumpuni,"ujarnya.

Reporter : Sumburi Bidik
Editor      : Ibra Hermawan