Selain Lamban Pembangunan RSUD Leuwiliang Masih Menyimpan Kasus Dugaan Korupsi Yang Hingga Kini Belum Jelas -->

Adsense




Selain Lamban Pembangunan RSUD Leuwiliang Masih Menyimpan Kasus Dugaan Korupsi Yang Hingga Kini Belum Jelas

87 Online News
Jumat, 23 Desember 2016

KAB.BOGOR - Selain proses pengerjaan pembangunan Gedung A yang tidak sesuai dengan batas waktu yang telah di jadwalkan, RSUD Leuwiliang juga masih menyimpan permasalahan dugaan kasus korupsi yang dulu sempat ditangani oleh pihak kejaksaan Negeri Cibinong, Kabupaten Bogor.

Seperti diungkapkan ketua LSM Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Rukyat Sujana. Menurutnya, hingga saat ini kasus dugaan mark up pembangunan tersebut tidak ada kejelasan dari aparat penegak hukum. "Padahal, Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong telah mengantongi beberapa nama tersangka, akan tetapi hingga saat ini belum ada penyelesaian hukum,"papar Rukyat kepada Wira Desa, Kamis (22/12).

Hal ini, lanjutnya, menimbulkan kecurigaan praduga negatif terhadap penegakan hukum dan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Bumi Tegar Beriman. "Karena itu, saya berharap Kejari Cibinong dibawah pimpinannya yang baru bisa melanjutkan penanganan kasus tersebut sampai tuntas dan terang menderang. Karena publik perlu kejelasan dan kepastian hukumnya," tegas Rukyat yang juga koordinator AMPB.

Rukyat mengatakan, dengan belum tuntasnya masalah kasus dugaan korupsi tersebut diatas, kini timbul kembali masalah baru di pembangunan RSUD Leuwiliang yang pengerjaannya tidak selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. "Saya menilai ada keganjilan dalam pembangunan tersebut, terlebih dengan tidak dicantumkannya konsultan pekerjaan. Tentu harus ada sanksi andendum atas molornya pembangunan tersebut. Disamping itu, kami mendesak pihak Kejari Cibinong agar melakukan menyelidikan untuk menggungkap apakah ada praktek korupsi di dalamnya,"tambah Rukyat.

Menurutnya, bahwa dengan molornya pembangunan itu, berdampak pada pelayanan pasien yang menjadi tidak optimal. "Selain itu pelayanan RSUD Leuwiliang hingga saat ini masih buruk, saya masih sering mendapat pengaduan atau keluhan warga,"titupnya.

Sekedar diketahui bahwa saat ini RSUD Leuwiliang sedang melaksanakan pembangunan gedung A yang dilaksanakan oleh PT. Aulia Multi Sarana yang seharusnya pengerjaan sudah selesai pada Tanggal 20 Desember 2016 sesuai dengan kontrak dengan nomor : 027/445/SP/K/RSUD-L/IV/2016 dengan masa pengerjaan 240 hari kalender, yaitu dari Tanggal 25 April hingga Tanggal 20 Desember 2016 dengan menelan dana APBD II Kabupaten Bogor sebesar Rp15.062.552.000,- (Lima Belas Milyar Enam Puluh Dua Juta Lima Ratus Lima Puluh Dua Ribu Rupiah). Akan tetapi hingga saat ini pembangunan gedung A RSUD tersebut baru mencapai sekitar 65 persen. (Sumburi)