Polres Bogor Gelar Apel Siaga Natal Dan Tahun Baru -->

Adsense




Polres Bogor Gelar Apel Siaga Natal Dan Tahun Baru

87 Online News
Kamis, 22 Desember 2016

KAB.BOGOR-Ratusan personil gabungan yang terdiri dari Kepolisian, TNI, DLLAJ, BPBD, PMI dan Polmas mengikuti apel dalam rangka persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2017 yang berlangsung di lapangan Tegar Beriman Kantor Bupati Bogor, Kamis (22/12).

Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bogor, AKBP M Dicky ini juga diikuti oleh Sektretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar, Kadis Budpar, Rahmat Surjana berikut seluruh SKPD terkait.
Kapolres Bogor, AKBP M. Dicky kepada wartawan usai mengecek kesiapan kendaraan operasional petugas mengatakan bahwa dalam apel ini merupakan pengecekan terakhir dalam rangka pengamanan natal dan tahun baru 2017 atau yang di Kenal Operasi Lilin. "Operasi lilin sendiri mulai dilaksanakan mulai tanggal 23 Desember 2016 hingga tanggal 1 Januari 2017 yaitu sekitar 10 hari," katanya.

Untuk kekuatan personil kata Dicky, yang akan disiagakan yaitu sekitar 3000 personil baik dari TNI, Polri, Pemda, Satpol PP, Dishub, pemadam kebakaran dan lain-lain. "Tapi kalau secara ril, kita memang sudah merencanakan sebelumnya dengan melibatkan seluruh elemen hampir 10 ribu personil dilibatkan termasuk dengan Linmas-Linmas yang ada di Desa-Desa begitu juga dengan ormas-ormas islam dan organisasi keagamaan juga dilibatkan,"tuturnya.

Polres Bogor sendiri menyiapkan 21 posko utama di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, akan tetapi seluruh kantor pemeritahan baik itu kecamatan, desa, Kodim, Koramil, Polres dan Polsek merupakan pos yang bisa diakses oleh masyarakat. "Kalau posko yang di bangun sendiri hanya 21 posko yang ditempatkan di tempat-tempat strategis seperti obyek wisata atau jalur wisata maupun tempat-tempat yang dekat dengan tempat-tempat keagamaan,"urainya.

Dia juga mengatakan, walaupun di beberapa wilayah sudah dilakukan penangkalan maupun pencegahan akan tetapi kita tetap waspada dalam hal ini tidak bisa hanya dengan polisi sendiri tapi akan melibatkan pengamanan juga baik dari unsur TNI maupun ormas-ormas termasuk juga dari Satpol PP juga Linmas serta unsur lainnya.

"Kita juga melibatkan para RT, RW dan lingkungan untuk mengantisipasi orang-orang pendatang yang ada di wilayah disekitar kita agar melakukan pendataan 1x24 jam mereka harus melapor pada RT dan RW setempat yang sebelumnya sudah dilakukan penegasan oleh Ibu Bupati yaitu RT dan RW agar melakukan kroscek apa bila ada warga pendatang agar segera melapor kemudian di fokuskan pada kost-kostan dan kontrakan yang akan dilakukan pendataan dari desa yang akan mendata bersama-sama Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa,"urainya menjelaskan.

Sementara untuk kegiatan keagamaan sebenarnya sudah dilakukan pengamanan sejak awal Desember ini yang pada puncaknya pada perayaan Natal Tanggal 25 Desember hingga tahun baru nanti. "Mungkin intensitas kegiatan keagamaan tertinggi mulai tanggal 25 dan tahun baru. Untuk hal ini kita sudah koordinasi dengan pihak gereja untuk mengetahui kegiatan-kegiatan keagamaannya itu kapan dan dimana tempatnya dan waktu pelaksanaannya serta jumlah jemaatnya agar dapat dilakukan pengaturan pengamanannya termasuk perizinan akan kita pastikan. 

Oleh karena itu, bagi umat nasrani juga yang akan melakukan kegiatan keagamaanya yang belum sempat melakukan koordinasi masih ada waktu untuk segera berkoordinasi dengan aparat baik pemda maupun dengan kepolisian setempat supaya kita bisa dampingi dan bisa kita atur komunikasinya baik dengan lingkungab maupun perizinannya juga kita siapkan termasuk pengamanan seluruhnya,"terangnya.

Sementara untuk jumlah Gereja yang akan dilakukan pengamanan di Kabupaten Bogor sebanyak 146 Gereja. "Sementara untuk pengamanan setiap gereja dilihat dari intensitas dan jumlah jemaat yang ada di gereja tersebut, jika gerejanya besar dengan jumlah jemaatnya banyak akan dilakukan pengamanan lebih banyak begitupun sebaliknya dengan gereja yang kecil dengan jumlah jemaat yang sedikit akan disesuaikan dengan kebutuhan,"ucapnya.

Sementara menjawab pertanyaan tentang larangan sweping. Dikatakan Kapolres hal ini sudah pasti dilakukan penegasan. "Tadi sudah disampaikan bahwa negara harus hadir dan tidak ada satupun upaya-upaya main hakim sendiri termasuk sweping, ini tidak dibenarkan dan perbuatan melanggar hukum dan kita akan menindak tegas upaya-upaya sweping yang dilakukan,"tegas Dicky.

Untuk titik-titik yang di anggap rawan di wilayah Kabupaten Bogor selain tempat-tempat ibadah yaitu obyek-obyek wisata. "Terutama puncak seperti daerah mulai Sentul, Ciawi hingga Cisarua dan juga tempat lainnya di wilayah Bogor Barat karena wilayah ini memiliki banyak juga obyek wisata di beberapa tempat seperti situs dan obyek wisata alam,"pungkasnya.

Reporter: Sumburi