Pembangunan Gedung RSUD Leuwi Liang Molor Dari Jadwal Yang Ditentukan -->

Adsense




Pembangunan Gedung RSUD Leuwi Liang Molor Dari Jadwal Yang Ditentukan

87 Online News
Jumat, 23 Desember 2016


KAB.BOGOR - Pengerjaan perluasan gedung A Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang di Jalan Cibeber, Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor yang seharusnya selesai dikerjakan pada tanggal 20 Desember 2016 'molor' alias tidak sesuai dari jadwal yang telah ditentukan.

Sedangkan yang tertera di papan proyek, bahwa proses pembangunan yang dikerjakan oleh PT. Aulia Multi Sarana dengan anggaran dari APBD II Kabupaten Bogor sebesar Rp 15 Miliar lebih, pengerjaannya dimulai pada tanggal 25 April dan sesuai ketentuan seharusnya rampung dalam 240 hari kalender.

Saat di konfirmasi terkait hal itu, Paul salah seorang perwakilan dari PT. Aulia Multi Sarana mengatakan, bahwa pembangunan RSUD ini baru mencapai 65 persen. Dikatakannya, faktor cuaca menjadi penyebab keterlambatan pengerjaan tersebut. "Keterlambatan proses pengerjaan ini karna faktor cuaca dan beberapa faktor lainnya, sehingga melewati batas waktu yang sudah ditentukan," ujarnya saat di temui wartawan di lokasi pembangunan, Kamis (22/12).


 

Menurutnya, kendati batas waktu pengerjaan yang ditentukan sudah habis, namun kontraknya sudah diperpanjang. "Untuk lebih jelasnya, silahkan cari pak Agus. Dia yang lebih tau," tambah Paul.

Sementara itu, Yuda salah satu pengawas pengerjaan proyek tersebut mengakatakan dirinya enggan memberikan ketarangan secara rinci soal keterlambatan pengerjaan pembangunan RSUD tersebut.

"Maaf pak jadi gini, saya tidak bisa dong menjelaskan soal proyek ini, silahkan bapak temui pihak yang terkait untuk mendapatkan keterangan secara rinci soal keterlambatan pengerjaan proyek ini. Silahkan bapak temui," singkat Yuda saat dihubungi melalui telepon selularnya.

Disisi lain salah seorang yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan sepenuhnya, dengan alasan kontur tanah yang masih labil. "Pembangunan tersebut belum bisa dilakukan sepenuhnya, karena tanahnya bekas rawa jadi masih labil,"ujarnya.(Oz)