Oknum PNS Pemkab Bogor dan Oknum Polwan Polres Bogor Dilaporkan Ke Polisi -->

Adsense




Oknum PNS Pemkab Bogor dan Oknum Polwan Polres Bogor Dilaporkan Ke Polisi

87 Online News
Senin, 26 Desember 2016


BOGOR - Kasus pelecehan seksual yang kerap terjadi di lingkungan Pegawai Negeri sipil (PNS) Kabupaten Bogor kian memprihatinkan. Kali ini DS (22) salah seorang warga Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor mengaku telah dilecehkan oleh BH alias IG salah seorang oknum PNS Pemkab Bogor hingga hamil.

Menurut pengakuan DS, kejadian bermula saat dirinya diajak bertemu oleh BH di depan ruko kantor pos Ciriung, Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, pada Sabtu 12 Desember 2015 lalu. Pertemuan perdana (pertama,red) DS kala itu ia langsung dicekoki minuman keras (Miras) oleh BH sehingga membuatnya tidak berdaya.

Setelah menenggak miras tersebut, DS kemudian tak sadarkan diri, kemudian tanpa berfikir panjang BH memasukan DS kedalam mobil dan membawa ke sebuah Villa dikawasan Puncak Bogor.

"Awal pertemuan itu saya diajak ketemuan oleh BH tersebut dikantor Pos Ciriung, setelah bertemu tiba-tiba oknum PNS itu mencekoki miras kepada saya hingga tak sadarkan diri. Dalam keadaan tak berdaya, saya dibawa ke sebuah Villa dikawasan Puncak Bogor dan kehormatan saya pada saat itu juga telah direnggut oleh BH alias IG," tutur DS, Senin (26/12/2016).

DS menambahkan, setelah dirinya sadar, DS mengaku sangat sedih dan marah lantaran kehormatannya telah hilang. Namun, BH berusaha menenangkan DS dengan menjanjikan satu buah rumah, satu buah mobil, dan sejumlah uang.

"Selang beberapa waktu dari janji BH itu tak kunjung ditepati, malah saya hanya dijadikan tempat pelampiasannya saja sehingga membuat saya hamil (mengandung) anaknya. Atas kejadian itu, saya merasa malu kepada kedua orang tua saya, dan akhirnya saya melarikan diri dari rumah dalam keadaan mengandung anak BH tersebut dan tinggal dirumah teman saya sampai melahirkan," terangnya.

Lanjut DS mengungkapkan, setelah berselang beberapa bulan, DS pun melahirkan seorang anak hasil pemerkosaan yang diduga dilakulan Oknum PNS tersebut.

Saat ini, sambungnya, anak hasil dari perbuatan BH itu telah berumur 5 lima bulan berjenis kelamin laki-laki, namun entah apa yang berada di benak BH, dari awal DS mengandung anaknya itu BH tak pernah bertanggungjawab.

"Sedih banget saya mas, dari awal saya mengandung sampai melahirkan oknum BH tersebut tak pernah bertanggungjawab. Selain itu, dalam permasalahan ini setiap saat saya pulang kerumah orang tua hanya sebentar sehingga memicu kedua orang tua saya membuntuti saya ketempat tinggal saya, hingga akhirnya orang tua saya mengetahui saat ini saya telah memiliki seorang anak tanpa ada pernikahan dan membuat orang tua saya marah besar serta pada akhirnya saya jelaskan semua apa yang telah terjadi. Dari itulah orang tua saya mencari BH untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya," urainya.

Namun, selang beberapa hari BH alias IG datang kerumah kedua orang tua DS dengan kedua temannya. Selanjutnya, hasil dari pertemuan dengan orang tua DS dimana BH telah menyepakati dan menerima untuk bertanggung jawab atas semua perbuatannya itu.

"Tapi anehnya, selang beberapa hari banyak ancaman dan teror melalui Handphone milik orang tua saya. Setelah itu, dalam persoalan ini puncaknya tepat pada Selasa 13 Desember 2016 kemarin pukul 13.00 WIB, datang sekelompok orang yang berjumlah delapan orang dengan mengendarai mobil patwal milik Polres Bogor diantaranya yang saya kenal yakni BH, dan anak dari BH tersebut yaitu KA yang tak lain merupakan oknum anggota Polwan dari Polres Bogor yang didampingi seniornya dengan mencaci maki saya dan kelurga ditambah dengan teriakan serta ancaman. Bahkan parahnya, dalam keribuatan itu KA (anak BH,red) masuk kedalam rumah saya dengan melakukan pemukulan terhadap saya dan menendang terkena kaki bayi anak saya, pada akhirnya ibu saya pun terkena dampak tonjokan serta tendangan sampai memar lalu pingsan," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, hasil dari penyerangan dan kekerasan yang dilakukan oknum Polwan tersebut tanpa fikir panjang DS dan kedua orang tuanya beserta saksi-saksi yaitu ketua RT dan RW setempat melaporkan ke Propam Polres Bogor dengan Nomor : STTLP / 33 / XII / 2016 / Si Propam pada Selasa tanggal 21 Desember 2016  sekira pukul 10.30 WIB.

"Atas kejadian itu sudah saya laporkan mas dengan kedua orang tua dan saksi dari ketua RT dan RW setempat ke Propam Polres Bogor dan semuanya telah di BAP, baik saksi-saksi maupun kami dari pihak korban oleh Propam. Selain itu saya juga telah menguasakan kepada ketua Umum Pengembangan Aspirasi Rakyat, Khotman Idris untuk menyelesaikan kasus ini," tambahnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi ketua Umum Pengembangan Aspirasi Rakyat, Khotman Idris mengatakan bahwa dirinya siap mengawal dan segera mendampingi pihak korban ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor.

"Kami mewakili dari pihak keluarga korban bahwa penegak dan pengayom hukum harus menindak tegas atas kasus tersebut secepatnya, mungkin agar bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap hukum," tutupnya. (SAH)