Penderita Gizi Buruk Di Kabupaten Bogor Terlantar -->

Adsense




Penderita Gizi Buruk Di Kabupaten Bogor Terlantar

87 Online News
Rabu, 07 Desember 2016

KAB.BOGOR - Misi Pemkab Bogor menjadi kabupaten termaju jauh dari harapan. Salah satunya di bidang kesehatan. Sebab, Masih banyak masyarakat yang mengalami gizi buruk serta masyarakat miskin di Kabupaten Bogor, seperti yang dialami Andri (8) warga Kampung Totopong RT 05 RW 01, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor. Penderita gizi buruk ini hanya dirawat oleh Neneknya yang berusia senja yaitu 85 tahun yang tinggal di sebuah gubuk tidak layak huni.

Jelas hal ini menjadi tamparan keras bagi Pemkab Bogor yang selama ini menggembar-gemborkan Visi Misi Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia melalui 25 indikator penciri, salahsatunya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Bogor.

Mendapatkan informasi tersebut, membuat masyarakat lain terketuk hatinya untuk memberikan bantuan. Salah satunya, para relawan yang tergabung dalam satu wadah yang dinamakan Wajah Bogor (Komunitas yang terdiri dari masyarakat Bogor yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan,red) terketuk hatinya untuk memberikan bantuan yang dikumpulkan dari para donatur.

"Setelah mendapat laporan, relawan kami langsung menuju lokasi alamat penderita gizi buruk tersebut sekitar pukul 19:45 WIB. Namun, menurut informasi yang didapat dari warga setempat bahwa jalan menuju wilayah tersebut tidak bersahabat maka kami urungkan niat tersebut dan dilanjutkan besok pagi," tutur Lukmanul Hakim salah satu pengurus Komunitas Wajah Bogor, Selasa (6/12/16). Menurutnya, tujuan kedatangan relawan tersebut tidak lain adalah memberikan bantuan baik moril mau pun materi serta tindakan medis.

Hal senada diungkapkan salah satu rekannya, Kosasih, hendak menuju lokasi tersebut namun disarankan oleh beberapa penduduk agar melakukan perjalanan ke Totopong di siang hari. Saya sudah menuju alamat tersebut untuk survey langsung. Namun warga menyarankan agar perjalanan dilakukan besok pagi, karena jalan menuju lokasi tersebut gelap dan rawan,"ujar Kosasih.

Selain itu, informasi ini juga mendapat respon dari elemen aktivis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB), mereka mengecam Pemkab Bogor yang tidak peduli terhadap keberadaan warganya hingga mengalami gizi buruk. AMPB dari berbagai organ juga berinisiatif mengumpulkan donasi untuk diserahkan kepada penderita gizi buruk tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama, sang cuccu hanya mendapat perawatan alakadarnya dari sang Nenek Munarsih (85). Dia berharap pemerintah turun tangan membantu mengobati cucunya yang sudah lama terbaring ditempat tidur. (SUM/IB).