Andri Penderita Gizi Buruk Dibawa Paksa Kapolresta Bogor Kota Ke RSUD Ciawi -->

Adsense




Andri Penderita Gizi Buruk Dibawa Paksa Kapolresta Bogor Kota Ke RSUD Ciawi

87 Online News
Rabu, 07 Desember 2016

KAB.BOGOR - Setelah melakukan negosiasi dengan Munarsih, nenek dari Andri (8) penderita gizi buruk yang menolak cucunya untuk dirawat di Rumah Sakit karena alasan jauh dan tidak ada yang mengawasi, berkat desakkan sejumlah pihak akhirnya Andri berhasil dibawa ke RSUD Ciawi setelah Kapolresta Bogor Kota, AKBP Suyudi Aryo Seto bersama jajaran dan perwakilan dari Polres Kabupaten Bogor langsung turun ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada penderita.

Sebelumnya, pihak desa dan pihak kecamatan sudah mendatangi rumah Andri di Kampung Totopong, Desa  Cipicung, Kabupaten Bogor. Menurut keterangan dari Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang tergabung dalam organisasi Bogor Sar Community, Gigondala Sugiri, pihak kecamatan Cijeruk mendapat teguran dari Pemkab Bogor, namun menemui kendala karena neneknya sulit untuk diajak diskusi agar cucunya bisa di rujuk ke rumah sakit. "Yang di hadapi team saat ini adalah adanya penolakan yang terjadi dari Nenenya saudara Andri, beliau menolak dan tidak mengijinkan andri di bawa dan di rujuk ke RS.  

Menurutnya, permasalahan tersebut sudah terjadi semenjak tahun 2012, masalah yang di hadapi yaitu masih sama, yakni dari neneknya yang menolak Andri di rawat di rumah sakit. "Namun kali ini, kita melakukan tekanan kepada beberapa pihak, jangan sampai karena masalah penolakan tersebut, pihak Desa atau Kecamatan tidak bisa berbuat apa-apa. Jangan sampai hanya karena masalah penolakan sehingga nyawa seseorang hilang dan di pertaruhkan," ucap Gigondala Sugiri.
 
Lanjut dia menjelaskan, saat ini semua team, dari berbagai elemen telah berkumpul di rumah kakek dan nenek penderita. "Paman beliau juga kita sedang arahkan dan kita berusaha mengajak tokoh agama, agar bisa memberikan pemahaman serta pencerahan kepada Munarsih nenek dan pamannya, Dedi (53) agar mengijinkan," jelasnya, Rabu (7/11/16).

Sementara itu, AKBP Suyudi yang memimpin langsung penjemputan Andri Apriansyah dari rumah neneknya di Kampung Totopong RT 5/1, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor mengatakan, misi kemanusiaan ini dilakukan, karena selama bertahun-tahun tanpa ada perhatian kepada anak dari keluarga tak mampu ini.

Mantan Wakapolres Jakarta Barat Polda Metro Jaya ini menuturkan, keluarganya sempat menolak Anak tersebut untuk dibawa ke rumah sakit. Namun karena niatnya demi menyelamatkan nyawa Andri, Suyudi tetap membawa paksa Andri ke RSUD Ciawi.

"Saat saya bilang akan dibawa demi menyelamatkan nyawanya, keluarga yang semula menolak, akhirnya melunak dan bersedia agar Andri dirawat. Ibunya terharu dan langsung menggendong anaknya ditemani Polwan dan Provost,"kata AKBP Suyudi.
Andri Apriansyah harus segera mendapatkan penanganan medis, agar nyawanya tertolong. "Kalau saya tidak ambil langkah taktis, maka sama saja, saya membiarkan penderita ini mati secara pelan-pelan. Semoga Andri yang kini sudah dirawat RSUD Ciawi segera pulih,"paparnya.

Bahkan guna memastikan penderita marasmus ini benar-benar diterima dan mendapat layanan medis yang baik, dirinya ikut mengantarkan hingga sampai di ruang IGD rumah sakit.

Saat ditanya kenapa Polresta Bogor Kota yang turun langsung membawa Andri ke rumah sakit dan bukan Polres Bogor sesuai domisili yang berada di Kabupaten Bogor, Suyudi menjelaskan, misi kemanusiaan bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja.
Pantauan di lokasi, rumah Munarsih (85), yang ditempati bersama cucunya Andri ramai didatangi warga saat petugas membawa bocah ini untuk dirawat.

Munarsih mengaku, sudah beberapa kali dirinya berupaya membawa cucunya berobat namun karena terbentur biaya sehingga Andri lebih banyak dirawat di rumah.

Petugas Puskemas Cijeruk sempat memeriksa kesehatan Andri sebelum dibawa ke rumah sakit. "Fisiknya sangat menghawatirkan, ada nafas yang tersengal-sengal. Badannya hanya kulit membalut tulang. Dia sangat lemas dalam gubuknya. Makan dan minum seadanya," papar Ratna petugas Puskesmas.

Camat Cijeruk, Hidayat Saputradinata, membenarkan, jika Andri yang menjadi warganya menderita gizi buruk sejak tahun 2012, sampai sekarang. "Kami tidak diam selama ini, namun upaya kami selalu ditolak neneknya," katanya. (Ibra)