Tuntutan Buruh Kabupaten Bogor Tak Akan Direalisasikan Gubernur Jawa Barat -->

Adsense




Tuntutan Buruh Kabupaten Bogor Tak Akan Direalisasikan Gubernur Jawa Barat

87 Online News
Senin, 14 November 2016

KAB.BOGOR - Aksi unjuk rasa yang di lakukan ratusan buruh yang tergabung dalam berbagai element serikat buruh di depan kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor, yang menuntut kenaikan upah tahun 2017 mendapat beragam persepsi. Salah satunya dari Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Bogor yang beranggapan pesimis akan di realisasikan Gubermur Jawa barat jika hanya mengacu kepada wilayah Kabupaten Bogor.

"Saya punya filing, Jabodetabek ini tidak akan jauh berbeda karena pekerja yang tinggal di depok, bekerja di Jakarta, pekerja yang di Jakarta tinggal di Bogor. "Pekerja yang di Bogor tinggal di bekasi, jadi biaya hidup tidak begitu jauh," ucap Yous Sudrajat, saat di temui usai rapat dengan Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor,dikantor dinsosnakertrans, Senin (14/11/2016).

Selain itu, kata Dia, alasan tersebut melihat Jakarta yang  UMP  nya sebesar Rp 3,3 juta. Sedangkan upah minimum Provinsi adalah Rp 1,4 jutaan. "Kalau provinsi patokannya kepada Kabupaten ter rendah, tidak bisa lebih dari kabupaten ter rendah. Sepertinya sangat sulit untuk merealisasikan tuntutan buruh Kabupaten Bogor, karena Gubernur memiliki hitungan dan mengacu kepada kabupaten dengan UPM ter rendah di Jawa Barat," sambung Yous.

Diakuinya, sikap Pemerintah Kabupaten Bogor untuk penentuan UMK sekarang rasional, karena ketika UMK terlalu tinggi naiknya bagaimana sistim dan situasi  ketenaga kerjaan di Kabupaten Bogor. "Kalau terlalu rendah juga kita tidak mengakomodir para pekerja, pemerintah pusat kan dengan  PP 78 menentukan bahwa UMK itu berdasarkan  inflasi dan pertumbuhan ekonomi dengan di jumlahkan 8,25%," pungkasnya. (Irfan Damar Sinaga)