Proyek Pengecoran Jalan Palasari Dinilai Molor Dan Merugikan Masyarakat -->

Adsense




Proyek Pengecoran Jalan Palasari Dinilai Molor Dan Merugikan Masyarakat

87 Online News
Selasa, 01 November 2016


KAB.BOGOR - Pelaksanaan peroyek pengecoran jalan di wilayah Desa Palasari RT 03/02 Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dinilai molor dan menuai kritikan warga. Pasalnya hingga saat ini pengerjaan pengecoran jalan milik pemerintah Kabupaten Bogor sepanjang kurang lebih sekitar 800 meter tersebut pelaksanaannya baru sekitar 40 persen dari yang ditargetkan selama 4 bulan terhitung sejak 16 Agustus 2016.

Jaka Kelana, salah seorang warga setempat mengatakan, akibat lambatnya proyek pengerjaan jalan penghubung antara perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor itu dirasa sangat merugikan warga sekitar dan dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu sesuai yang telah ditentukan, karena selama 120 hari kerja proses pengerjaan jalan tersebut masih jauh dari harapan.

"Sangat mengecewakan penduduk disekitaran peroyek, lambatnya peroses dan teknis pengerjaan sangat mengganggu aktifitas warga. Kami mau keluar rumah saja sangat susah, padahal kalau dilihat dari tabel peroyek itu harus selesai dalam 4 bulan, tapi ini sudah 3 bulan diperkirakan baru berjalan sekitar 40 persen,"jelasnya, Selasa (1/11/16).

Anehnya, lanjut Jaka, dengan keterlambatan seperti ini seperti tidak ada tindakan
baik dari pihak penyelenggara lelang proyek mau pun Dinas terkait, dalam hal ini Dinas Bina Marga Dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor atau UPT Binamarga wilayah setempat. "Ada apa ya disana?,"ujarnya.
 
Dia menuturkan, pada prinsipnya masyarakat sangat mendukung adanya perbaikan jalan dengan program betonisasi ini. Terlebih, perbaikan jalan tersebut untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas barang dan jasa. "Tapi karna peroses pengerjaan yang sangat lamban, membuat masyarakat jadi pusing. Karena akses penghubung dari rumah ke rumah warga atau masuk gang seharusnya dibuatkan jalan alternatif. Ini tidak dipikirkan, pelaksanaan beton main beton, tukang gali main gali saja, sehingga akses keluar masuk warga, apalagi yang memiliki kendaraan menjadi terhambat. Contohnya saya pribadi, sudah sebulan lebih kendaraan saya tidak bisa masuk rumah karena dampak dari molornya pekerjaan tersebut. Akhirnya kami terpaksa menyimpan kendaraan jauh dari rumah masing-masing dan resiko hilang sangat mungkin. Pihak proyek tidak berpikir ke arah kesana, sepertinya yang penting proyek mereka berjalan molor dan jauh dari yang sudah dijadwalkan," turur Jaka.

Karena itu, kami berharap proyek pengerjan jalan tersebut agar dipercepat, mengingat sangat merugikan masyarakat setempat. "Kami berharap agar pengerjaan jalan tersebut cepat diselesaikan. Kasian masyarakat, selama proyek berjalan sudah banyak warga yang dirugikan akibat ban kendaraannya meledak kena besi behel yang menonjol di coran," tandas Jaka Kelana yang juga salah satu pengurus Komunitas Warga Bogor yang tergabung dalam wadah yang dinamakan Wajah Bogor. (Ibra Hermawan)