Polres Sukabumi Kota Lakukan Jemput Bola Aksi HMI -->

Adsense




Polres Sukabumi Kota Lakukan Jemput Bola Aksi HMI

87 Online News
Rabu, 09 November 2016

Sukabumi, 09 November 2106, Satuan Intel  Polres Sukabumi Kota Melakukan jemput bola kepada HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) cabang Sukabumi pada hari Rabu pukul 11:30 di jalan Bayangkara  Keramat , di kantor sekretariat HMI cabang Sukabumi.

Dalam pertemuan jemput bola ini   di sambut sangat kooperatif oleh teman-teman Himpunan Mahasiswa Islam dan terjalin komunikasi yang baik antara kedua belah pihak,  tujuan jemput bola ini dilakukan untuk mencegah akan terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan menyangkut pasca penangkapan ketua PB HMI pusat oleh Kapolda Metro Jaya di Jakarta atas tuduhan melakukan tindak kriminal terhadap penyerangan kepada polisi saat demo aksi damai empat November lalu, dan menanggapi akan terjadinya aksi yang akan dilaksanakan mulai besok hari setelah adanya  keputusan Badko Jabar semalam untuk melakukan aksi. 

Jainal Sidik Ketua umum cabang Sukabumi mengatakan," Kunjungan yang dilakukan oleh satuan Intel Polres Sukabumi Kota adalah Sebagai bentuk sikap jemput bola, dan sebagai bentuk tanggap terhadap kondusifitas keamanan di lingkungan Hukum Polres Sukabumi kota terhadap akan adanya aksi demo susulan setelah adanya penangkapan terhadap Sekjen PB HMI pusat dan empat rekan lainnya, Ujarnya.

Masih Kata Jainal, saya pastikan juga, bahwa aksi yang akan dilaksanakan di Sukabumi  berjalan kondusif dan  selektif terhadap provokasi nanti di lapangan, meskipun hari ini belum jelas kapan untuk melakukan aksi demo karena masih menunggu rapat konsilidasi internal HMI Sukabumi dan menunggu kesepakan semua ketua cabang HMI se Indonesia nanti malam, tuturnya.

Selain itu lanjut Jainal, menanggapi terjadinya mengenai penangkapan oleh Kapolda Metro Jaya, terhadap Sekjen PB HMI pusat. Dirinya sangat menyayangkan terhadap langkah yang dilakukan oleh Kapolda Metro Jaya, karena memalukan penangkapan tanpa adanya surat pemanggilan terlebih dahulu kepada Sekjen PB HMI pusat, dengan tidak melaksanakan etika Asas praduga tidak bersalah terhadap penangkapan dan penetapan sebagai tersangka kepada Sekjen PB HMI pusat, ungkapnya. ( Dian)