Anggaran Tanggap Bencana Tersedia, Pemkot Bogor Lamban Tangani Jembatan Ambruk -->

Adsense




Anggaran Tanggap Bencana Tersedia, Pemkot Bogor Lamban Tangani Jembatan Ambruk

87 Online News
Selasa, 01 November 2016

 

BOGOR KOTA-Jembatan penghubung dua kampung yang amblas beberapa waktu lalu hingga saat ini belum ada penangnan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Walaupun usai peristiwa ambruknya jembatan yang melintasi dua RW Yakni RW 07 dan RW 08 Kelurahan Pasir Mulya, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor sudah di tinjau langsung oleh Walikota Bogor, Bima Arya beserta jajarannya, namun tidak langsung menurukan bantuan tanggap bencana. "Padahal anggaran untuk tanggap bencana tersedia di APBD Kota Bogor".

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono saat meninjau lokasi jembatan yang didampingi oleh Lurah Pasir Mulya, Napihudin, Babinsa, RT dan RW serta masyarakat setempat saat melaksanakan kegiatan gerakan menanam pohon di RSPA Cibalagung Bogor, Minggu (30/10).

Sebelum melaksanakan kegiatan penanaman pohon, tokoh masyarakat sekitar meminta kepada Politis Partai Golkar ini untuk meninjau langsung lokasi jembatan ambruk yang hingga saat ini belum mendapat penanganan dari Pemkot Bogor, di lokasi Ketua Kosgoro Kota Bogor ini melihat kondisi jembatan yang dalam keadaan putus. 

Masyarakat setempat mengatakan, jembatan ini dibanguna pada tahun 2006 menggunakan anggaran paket Akselerasi PPMPK Kecamatan Bogor Barat saat itu sebesar Rp. 250 juta, dan sebelumnya kondisi jembatan ini sudah dalam kondisi kropos dibagian bawah tebing karena terkikis air. "Karena pada saat membangun jembatan ini memang tidak dilakukan penguatan ditebing, sehingga lama kelamaan tebing bagian bawah jembatan berlubang dan mengakibatkan ambruk," ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, usai melakukan peninjauan Heri Cahyono kepada wartawan mengatakan bahwa seharusnya usai melakukan kunjungan paska bencana kemarin Walikota Bogor langsung mengintruksikan kepada Dinas Bima Marga dan Sumber Daya Air (Disbima) Kota Bogor untuk segera melakukan renovasi jembatan agar aktivitas warga tidak terganggu.

"Apa lagi yang ditunggu oleh Walikota, anggaran tanggap bencana selalu kita siapkan di APBD seharusnya sudah langsung dianggarakan untuk mempercepat  perbaikan. Apa lagi Walikota dan jajarannya kemarin mengunjungi lokasi ini, terus mau menunggu apa lagi,"Tutur Heri Cahyono heran.

Dikatakannya, seharusnya Walikota usai meninjau lokasi langsung memerintahkan kepada Bina Marga untuk menindak lanjuti. "Untuk apa duit itu kalau tidak di gunakan untuk kebutuhan darurat, kita mengaggarkan dana tanggap bercana itu gunanya untuk hal-hal seperti ini. Karena kita tidak tahu akan terjadi bencana maka selalu disiapkan anggaran siaga bencana,"paparnya.

Ia menegaskan, dalam hal ini jangan mengorbankan rakyat dengan cara kerja yang lamban. "Bina Marga sendiri merupakan salah satu dinas yang menghasilkan Silpa tertinggi dan  itu membuktikan programnya tidak berjalan," tegasnya.

Dilokasi yang sama, Teti Trilestari salah seorang warga setempat mengatakan, bahwa dirinya bersama warga lainnya menginginkan Pemkot Bogor agar segera memperbaiki jembatan ini untuk mempermudah aktivitas. "Semenjak jembatan ini putus kami harus memutar jauh untuk menuju ke RW 08. Jadi saya minta jembatan ini diperbaiki secepatnya dan kalau bisa paling telat bulan Desember ini," ujarnya yang disambut riuh oleh warga lainya tanda menyetujui ucapan warga ini. (Sumburi/BN)